Bansos Bakal Disalurkan Digital, Begini Mekanismenya

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 320 2390789 bansos-bakal-disalurkan-digital-begini-mekanismenya-I7YvdUeW6D.jpg BI Bantu Penyaluran Bansos Secara Digital. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendukung pemerintah dalam mengakselerasi digitalisasi penyaluran bantuan sosial (Bansos) atau dikenal sebagai G2P (Government to Person) 4.0. Akselerasi tersebut dilakukan melalui 5 langkah penguatan aspek pada sistem pembayaran yang mengedepankan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertama, penguatan infrastruktur sistem pembayaran untuk mendukung transaksi penyaluran bansos. Kedua, interkoneksi layanan pembayaran baik di kanal pembayaran digital maupun di agen/merchant.

Ketiga, keamanan, artinya akses dana dilindungi oleh dua faktor otentikasi, yaitu user dan kata kunci (password).

Baca Juga: 12,8 Juta Pelaku Usaha Bakal Dapat BLT Rp1,2 Juta Tahun Ini

"Password ini dapat berupa kombinasi angka atau penggunaan biometric seperti sidik jari dan wajah. Keempat, penggunaan multichannel atau dapat menggunakan berbagai instrumen dan kanal seperti kartu atau HP, hingga QR Code Indonesian Standard (QRIS)," kata Perry di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Kelima, perluasan outlet tempat transaksi dana bansos, seperti agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Digital, merchant, dan ATM. Demikian mengemuka dalam Panel Wawasan Pemimpin (Leader's Insight)

“Digitalisasi Penyaluran Bansos untuk Optimalisasi Pemanfaatan Dana Bansos dan Peningkatan Inklusivitas Keuangan" pada hari ini (7/4), sebagai rangkaian dari kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) Tahun 2021.

Baca Juga: BLT UMKM Tahap I Cair! 9,8 Juta Pelaku Usaha Dapat Rp1,2 Juta

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan BI akan memperkuat ekosistem sistem pembayaran guna mendukung G2P 4.0, antara lain melalui akselerasi implementasi QRIS, mengembangkan BI FAST, dan menghubungkan bank dengan fintech melalui standar Open Application Programming Interfaces (Open API) pembayaran.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa digitalisasi penyaluran bansos dapat memberikan kemudahan dalam distribusi/penyaluran, dan memudahkan pemantauan penyaluran bansos kepada penerima manfaat.

Sedangkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa menilai, transformasi digital penyaluran bansos berorientasi pada optimalisasi penggunaan layanan keuangan digital dan kebutuhan penerima manfaat bansos.

Selain kegiatan Leader's Insight dan talkshow, masih terdapat berbagai rangkaian kegiatan FEKDI lainnya yang dibuka hingga 8 April 2021 dengan mengunjungi website FEKDI (www.fekdi.co.id) dan berjelajah menggunakan platform virtual. Seluruh kegiatan dalam FEKDI terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini