LRT Jabodebek Beroperasi 2022, Begini Progresnya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391368 lrt-jabodebek-beroperasi-2022-begini-progresnya-S3vFWQZYUr.jpg LRT Jabodebek. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang mempersiapkan operasional Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang direncanakan beroperasi pada pertengahan 2022. Persiapan KAI saat ini difokuskan pada aspek sarana dan prasarana.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus mencatat, progress LRT Jabodebek pada kuartal I-2021 cukup signifikan. Sejak 3-4 April 2021, KAI melalui Divisi LRT Jabodebek melakukan unloading sarana LRT berupa trainset ke-20 (TS20) dan TS21 di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat.

TS20 dan TS21 ini dikirim langsung dari pabrikannya yakni PT INKA, Madiun menuju Stasiun LRT Harjamukti. Masing-masing rangkaian ini terdiri dari 6 kereta. Sebelum dikirim ke Stasiun Harjamukti, kereta telah melalui pengujian statis di Madiun dan selanjutnya akan melalui uji dinamis dari Stasiun Harjamukti sampai Stasiun Taman Mini, Jakarta.

Baca Juga: Pegawai LRT Jakarta Disuntik Vaksin, Totalnya 540 Orang

“Proses pengiriman sarana berjalan baik, demikian pula dengan proses unloadingnya. Pun untuk berbagai tahapan ujinya kita harapkan berjalan lancar,” ujar Joni, Kamis (8/4/2021).

Tibanya TS20 dan TS21 ini berarti menambah jumlah trainset LRT yang sudah tiba di Stasiun Harjamukti menjadi 21 trainset. Selanjutnya masih terdapat 10 trainset yang akan dikirim oleh INKA secara berkala.

Sarana kereta LRT Jabodebek memiliki lebar badan kereta maksimum 2.650 mm dan tinggi atap kereta maksimum 3.685 mm, sedangkan lebar relnya 1.435 mm. Satu rangkaian LRT Jabodebek ini memiliki kapasitas angkut 740 orang pada kondisi normal, dan 1.308 penumpang pada kondisi padat dengan konfigurasi 174 penumpang duduk dan 566 penumpang berdiri.

Baca Juga: Pembangunan LRT Jabodebek Fase 1 Capai 83,37%

"Sementara LRT ini memiliki kecepatan operasi maksimum 80 km per jam, dan kecepatan desain 90 km per jam," katanya.

LRT Jabodebek juga memiliki sistem persinyalan Moving Block CBTC GoA-3 (driverless) yang merupakan sistem persinyalan GOA-3 pertama di Indonesia.

Sama seperti pendahulunya LRT Sumatera Selatan, LRT Jabodebek juga menggunakan teknologi Third Rail System atau Sistem Rel Ketiga untuk menghantarkan listrik sebagai daya penggerak kereta. Selain itu, LRT Jabodebek menggunakan sistem keselamatan Automatic Train Protection (ATP).

Headway LRT Jabodebek sekitar 3 dan 6 menit. Sementara, penumpang LRT dapat menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) maupun E-Wallet yang telah bekerjasama untuk naik kereta.

Di sisi prasarana, per 31 Maret 2021, lintas pelayanan 1 yakni Cawang-Cibubur, mencapai 98,98 persen, Lintas Pelayanan 2 atau Cawang-Kuningan-Dukuh Atas pun sudah 85,58 persen, dan lintas pelayanan 3 atau Cawang - Bekasi Timur progres capaiannya 89,97 persen.

“Sepanjang tahun 2021 ini, pengiriman sarana masih akan dilakukan, serta berbagai uji terhadap operasional LRT Jabodebek terus dilaksanakan. Kita berharap LRT Jabodebek dapat beroperasi sesuai yang telah direncanakan demi mewujudkan integrasi antarmoda yang semakin maju di Jabodetabek,” tutur Joni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini