Sri Mulyani Sebut Pendapatan Pekerja di Bali Bergaji Rp1,8 Juta Turun 67%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391404 sri-mulyani-sebut-pendapatan-pekerja-di-bali-bergaji-rp1-8-juta-turun-67-TId99lXVhp.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan masyarakat Bali khususnya mereka yang memiliki penghasilan terendah, sangat terdampak dan cukup tertekan di masa krisis akibat pandemi Covid- 19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merinci penurunan pendapatan masyarakat atau pekerja di Bali, sesuai dengan kisarannya. Bagi pekerja berpendapatan kurang dari Rp1,8 juta, penghasilan mereka telah menurun sekitar 67,65% di masa pandemi Covid-19.

Hal itu diikuti dengan masyarakat berpendapatan antara Rp1,8 juta sampai Rp3 juta, yang juga mengalami penurunan pendapatan hingga 52,60% .

Baca Juga: Pendapatan Masyarakat Bali Turun, Sri Mulyani Kesulitan Salurkan Bansos 

Selain itu, bagi pekerja dengan penghasilan antara Rp3 juta sampai Rp4,8 juta, mengalami penurunan pendapatan hingga sekitar 42,51% , seiring masyarakat berpendapatan antara Rp4,8 juta sampai Rp7,2 juta yang juga anjlok hingga 36,83%.

"Begitupun (masyarakat/pekerja di Bali) dengan penghasilan lebih dari Rp7,2 juta, yang juga mengalami penurunan hingga 41,28% ," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (8/4/2021).

Dia menambahkan, penurunan pendapatan para pekerja di Bali akibat pandemi Covid-19 yang membuat pemerintah mengalokasikan bantuan sosial, bagi sekitar 30% masyarakat berpendapatan paling rendah tersebut.

Karenanya, sejumlah upaya pemulihan ekonomi yang masih terus digenjot pemerintah ke depannya, akan mampu mengubah keadaan menjadi semakin baik lagi dibandingkan kondisi saat ini.

"Misalnya seperti pemberian relaksasi pinjaman bagi sektor hotel, restoran, kafe, sehingga mampu memberikan optimisme untuk pelaku usaha. Hal itu di samping berbagai langkah penguatan di sektor lain selain pariwisata, yang juga berkontribusi pada perekonomian nasional seperti sektor pertanian dan industri pengolahan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini