Bank Dunia Gelontorkan USD2 Miliar untuk Vaksin di Negara Berkembang

Antara, Jurnalis · Sabtu 10 April 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 320 2392407 bank-dunia-gelontorkan-usd2-miliar-untuk-vaksin-di-negara-berkembang-xFpAqLfiU7.jpg World Bank (Reuters)

WASHINGTON - Kelompok Bank Dunia akan berkomitmen mendanai USD2 miliar pada akhir April untuk vaksin Covid-19 di sekitar 40 negara berkembang, Direktur Pelaksana Operasi Bank Dunia Axel van Trotsenburg mengatakan pada Jumat (9/4/2021).

Dana USD2 miliar tersebut adalah bagian dari kumpulan sekitar 12 miliar dolar AS yang telah disediakan Bank Dunia secara keseluruhan untuk pengembangan, distribusi, dan produksi, vaksin di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, van Trotsenburg mengatakan pada forum Bank Dunia.

 Baca juga; Pertumbuhan Ekonomi Tak Capai Target dan Jokowi Diberi Peringatan World Bank

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan dalam sambutan terpisah kepada komite pengembangan pemberi pinjaman bahwa bank mengharapkan komitmen ini diperluas menjadi 4 miliar dolar AS di 50 negara pada pertengahan tahun.

Tetapi pejabat kesehatan masyarakat di forum yang sama memperingatkan bahwa perlombaan antara Virus Corona dan vaksin yang dimaksudkan untuk menghentikannya dapat hilang jika kecepatan vaksinasi di negara berkembang tidak meningkat.

 Baca juga: Ekonomi Melambat Gara-Gara AS-China, Kemiskinan pun Bergejolak

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan vaksin yang ada dapat menjadi tidak efektif jika virus terus menyebar dan bermutasi.

“Bahkan negara-negara yang cakupan vaksinnya tinggi tidak akan aman karena varian-varian baru yang mungkin tidak bisa dihentikan oleh vaksin yang kita miliki, akan menyerbu negara-negara yang cakupannya, bahkan mungkin 100 persen dalam beberapa bulan,” katanya.

Tedros menyerukan lebih banyak kemauan politik untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19 dan berbagi pasokan, termasuk melalui pengabaian kekayaan intelektual yang macet pada vaksin melalui Organisasi Perdagangan Dunia.

Pengabaian Aspek Kekayaan Intelektual Terkait Perdagangan WTO atau TRIPS adalah "gajah di dalam ruangan" yang menahan produksi vaksin, kata Tedros, seraya menambahkan bahwa itu dimaksudkan untuk keadaan darurat seperti pandemi Vrus Corona.

“Kami belum pernah melihat keadaan darurat seperti ini dalam hidup kami. Jika kita tidak bisa menggunakannya sekarang, lalu kapan kita akan menggunakannya? ” Tedros bertanya. Penyebab dari semua kemacetan ini adalah kurangnya kemauan politik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini