Produk Investasi Syariah Masih Terbatas, OJK Sarankan Ini

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 12 April 2021 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 320 2393264 produk-investasi-syariah-masih-terbatas-ojk-sarankan-ini-3oulzRlfyy.jpg Saran OJK untuk Pengembangan Produk Syariah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pasar modal syariah Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu dioptimalkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mengatakan, salah satu yang perlu dioptimalkan pilihan produk investasi syariah yang masih terbatas jika dibandingkan dengan produk konvensional.

Baca Juga: Erick Thohir: Pertashop Bagian Dalam Penguatan Ekonomi Pondok Pesantren

"Sampai saat ini, belum terdapat penerbitan produk efek beragun aset syariah dan dana investasi real estate syariah, meskipun sudah terdapat landasan hukum yang memadai," ujar Hoesen dalam acara Peringatan Satu Dekade Kebangkitan Pasar modal Syariah Indonesia secara virtual, Senin (12/4/2021).

Hoesen menambahkan, terdapat beberapa pengembangan lainnya terkait literasi dan inklusi masyarakat mengenai produk syariah yang masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Ekonomi Syariah RI Banyak Diakui Internasional

Meskipun upaya untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi terkait produk syariah sudah banyak dilakukan, Hoesen menilai bahwa pendidikan pasar modal syariah atau Sekolah Pasar Modal Syariah tetap diperlukan.

"Selain itu peran kelembagaan seperti bank syariah dan perusahaan efek sebagai infrastruktur penunjang bagi pasar modal syariah juga perlu lebih diperbanyak," kata dia.

Selain itu, hal penting lainnya yang perlu jadi perhatian dalam pengembangan pasar modal syariah yakni adanya produk syariah yang tidak terlepas dari permasalahan hukum.

"Tidak dipungkiri, dalam perjalanannya ternyata masih banyak pelaku yang memanfaatkan produk pasar modal syariah sebagai vehicle melaksanakan transaksi yang dilarang. Baik dilarang sesuai hukum positif maupun dilarang sesuai hukum syariah," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini