4 Kesalahan Investasi Saham yang Harus Dihindari

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 06:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 622 2394364 4-kesalahan-investasi-saham-yang-harus-dihindari-KruKeWkR2Q.jpg Tips Investasi Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Investasi di pasar saham mungkin menjadi salah satu cara menumbuhkan pundi-pundi kekayaan dalam jangka panjang. Hal tersebut terjadi jika dilakukan dengan cara yang tepat dan menghindari kesalahan-kesalahan.

Ada banyak salah kaprah dan mitos yang dipercaya para investor saham, terutama para pemula. Kesalahan yang dilakukan bisa membuat investasi menjadi senjata makan tuan, bukannya menguntungkan tapi malah merugikan.

Baca Juga: Konsep Rumah Terbuka Tak Selalu Menguntungkan, Ini Sisi Negatifnya

Berikut beberapa kesalahan investasi yang perlu dipelajari dan dihindari jika investor ingin mendapat keuntungan, dilansir dari The Balance, Kamis (14/4/2021).

1. Terlalu banyak trading

Semakin banyak membeli dan menjual investasi, semakin besar peluang untuk kehilangan uang. Jika investor menginvestasikan $ 10.000 dalam S&P 500 pada tahun 1995 dan tetap berinvestasi hingga 2014, dia akan memperoleh 9,85 persen setiap tahun atau USD59,593. Namun, jika dia melewatkan sepuluh hari terbaik selama periode 19 tahun itu, laba akan turun menjadi 6,1 persen. 19 tahun kemudian, USD10.000 awal akan menjadi USD30.803.

Baca Juga: Pindahan Rumah, Berikut Barang yang Tak Perlu Dibawa

2. Mengabaikan biaya konsultan keuangan

Sebelum memutuskan menggunakan konsultan keuangan atau manajemen investasi, kenali dulu biaya jasa atau layanannya. Contohnya, setiap reksadana memiliki biaya pengelolaan investasi yang berkisar antara 0,03% sampai lebih dari 1%. Jangan membuat kesalahan dengan membayar biaya yang tinggi.

3. Menempatkan investasi di akun yang salah

Pajak berperan dalam sebagian besar keputusan keuangan, dan investor akan dikenakan biaya untuk menempatkan aset keuangan di akun yang salah. Sebaiknya investor berhati-hati dalam menentukan investasi, karena investasi yang berbeda dikenakan pajak yang berbeda.

Jika investor mencari investasi untuk dimasukkan ke dalam rekening kena pajak, dia harus pertimbangkan saham, reksadana saham dengan omzet rendah, dan obligasi pemerintah. Keuntungan saham dikenai pajak dengan tarif capital gain, biasanya lebih rendah daripada tarif pajak penghasilan biasa. Untuk obligasi yang kena pajak penghasilan biasa, tempatkan di rekening pensiun yang diuntungkan pajak.4. Mencoba mengalahkan pasar

Jangan mencoba untuk mengalahkan pasar, karena kemungkinan besar hal tersebut tidak akan terjadi. Mengejar strategi investasi momentum yang tinggi sepertinya tidak akan membuahkan hasil. Investor hebat seperti Warren Buffett memperjuangkan gagasan berinvestasi dalam dana indeks pencocokan pasar dan berbiaya rendah. Data pasar saham historis tampaknya mendukung rekomendasi mereka untuk berinvestasi dalam jangka panjang dalam reksadana indeks.

Itulah mengapa mereka menyarankan agar investor tidak mencoba mengalahkan pasar, karena kemungkinan besar sebagian besar investor tidak akan melakukannya. Namun, orang-orang seperti itu menjalankan bisnis pengelolaan dana jangka panjang, jadi rekomendasi mereka tidak sepenuhnya bisa dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini