Neraca Dagang RI Menang Lawan AS tapi Keok dengan Korsel

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395171 neraca-dagang-ri-menang-lawan-as-tapi-keok-dengan-korsel-jaLkuFSX1F.jpg Neraca Dagang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagang Indonesia sangat tinggi dengan beberapa negara pada Maret 2021, seperti dengan Amerika Serikat (AS), Filipina, dan India.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan neraca perdagangan Indonesia surplus USD1,57 miliar. Angka itu didapatkan karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. Tercatat ekspor mencapai USD18,35 miliar dan nilai impor USD16,79 miliar.

"Pada Maret ini kita surplus dengan Amerika Serikat, dengan Filipina surplus, dan juga India," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (15/5/2021).

Baca Juga: Selamat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD1,57 Miliar di Maret 2021 

Sayangnya, neraca dagang Indonesia juga tekor atau defisit dengan beberapa negara di Maret 2021. Rinciannya untuk periode ini tekornya tidak lagi dengan China melainkan Australia, Korea Selatan, dan Thailand.

"Sebaliknya, dengan Australia kita defisit, begitu juga dengan Korea Selatan, dan Thailand," ujarnya.

Adapun Australia tercatat defisit USD529,3 juta. Begitu juga dengan Korea Selatan, neraca perdagangan Indonesia tekor atau defisit USD503,5 juta. Di sini, nilai ekspor Indonesia hanya USD546,8 juta dan impornya USD1,05 miliar.

Sementara dengan Thailand, neraca perdagangan Indonesia defisit USD281,1 juta. Hal ini dikarenakan nilai ekspornya hanya USD 510,8 juta atau lebih kecil dibandingkan nilai impornya yang mencapai USD791,9 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini