Mau Tutup Kartu Kredit Bukan Digunting! Begini 6 Caranya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 622 2395828 mau-tutup-kartu-kredit-bukan-digunting-begini-6-caranya-byUjszZrQc.jpg Kartu Kredit (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Penggunaan kartu kredit yang berlebihan dapat membahayakan keuangan. Hal tersebut karena pengeluaran bisa lebih dari yang pendapatan yang ada, pengguna bisa lebih mudah menambah utang bulanan, lalu jika terlambat membayar akan mendapat denda. Pendapatan pun akan habis untuk membayar utang kredit saja.

Jika sudah seperti itu, mungkin banyak orang yang akhirnya ingin terlepas dari jeratan kartu kredit. Cara terbaik untuk menyelamatkan pengeluaran memang dengan berhenti menggunakan kartu kredit dan kembali mengontrol pengeluaran. Berikut langkah-langkahnya, dilansir dari The Balance, Minggu (18/4/2021).

1. Buat perencanaan anggaran

Langkah paling penting yang dapat dilakukan untuk mengontrol pengeluaran kartu kredit adalah menyiapkan anggaran, analisis pengeluaran dengan memperhitungkan berapa banyak penghasilan dan berapa banyak yang akan belanjakan.

Saat mengevaluasi pendapatan, perhitungkan semua aliran pendapatan, termasuk penghasilan pokok pekerjaan utama, pekerjaan paruh waktu, beserta tunjangan-tunjangan. Lalu lacak juga kebiasaan pengeluaran di atas kertas atau di spreadsheet selama sebulan. Carilah peluang untuk memotong pengeluaran kartu kredit yang tidak perlu.

Baca Juga: Mau Pakai Kartu Kredit? Coba Pertimbangkan 6 Hal Ini Dulu 

2. Gunakan uang tunai

 

Salah satu cara paling efektif untuk berhenti menggunakan kartu kredit adalah dengan berhenti membawanya. Sebaliknya, bawa uang tunai. Kebanyakan tempat perbelanjaan tidak akan menolak uang tunai, pengguna juga hanya akan membelanjakan sejumlah uang tunai yang dibawa, oleh karenanya pengguna akan lebih bijak dalam mengontrol pengeluaran.

3. Gunakan kartu debit

Kartu debit menawarkan cara mudah untuk mengontrol pengeluaran namun tetap memberi kenyamanan tanpa risiko. Kartu debit memudahkan membeli barang, sama seperti kartu kredit, tanpa repot membawa uang tunai. Perbedaannya kartu debit hanya memungkinkan pengguna menggunakan uang yang dimiliki daripada berutang, sehingga bisa mengontrol pengeluaran pula.


4. Buat rekening tabungan untuk dana darurat

Menggunakan kartu kredit untuk membayar pengeluaran yang tidak terduga atau bernominal besar adalah salah satu alasan orang berutang kredit. Sangat penting untuk membangun cadangan uang tunai yang dapat ditarik sehingga tidak perlu membeli secara kredit saat keadaan darurat. Para ahli merekomendasikan untuk mempertahankan dana darurat yang setara dengan tiga hingga enam bulan biaya hidup.

 

5. Jadikan kartu kredit tidak dapat diakses

Jika masih kesulitan untuk menahan agar tidak menggunakan kartu kredit, lakukan hal yang lebih drastis yaitu dengan membuat kartu tidak bisa diakses kembali dan jauhkan dari jangkauan. Jangan membatalkan kartu tersebut, karena kredit yang tersedia dapat membantu skor kredit begitu utang terlunasi.

Ada beberapa pendekatan seperti:

- Gunakan fitur jeda kartu untuk menghentikan sementara penggunaan kartu kredit untuk pembelanjaan tanpa melaporkannya sebagai dicuri atau hilang.

- Simpan di tempat yang tidak dapat diakses dengan mudah, seperti brankas dan lemari tinggi

- Bekukan kartu di dalam balok es

- Gunting kartu

- Hapus nomor kartu kredit yang disimpan di akun toko online.

 

6. Selesaikan utang kredit yang tersisa

Setelah bisa berhenti menggunakan kartu kredit dan mendapatkan kendali atas pengeluaran, carilah cara untuk membayar utang sampai habis. Membayar utang dan memperbarui pembayaran kartu kredit lewat jatuh tempo dapat meningkatkan skor kredit.

Jika saldo utang terlalu besar untuk dibayar, pertimbangkan untuk menggunakan program keringanan utang. Program-program ini datang dalam beberapa bentuk dan dapat membantu melunasi semua saldo kartu kredit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini