Indeks Dolar Tergelincir, Bunga Obligasi AS Turun Lagi

Sabtu 17 April 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 320 2396152 indeks-dolar-tergelincir-bunga-obligasi-as-turun-lagi-sSIlb5JewF.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks dolar tergelincir ke terendah empat minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar terseret penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS di sesi sebelumnya, saat investor semakin yakin Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan akomodatif untuk waktu yang lebih lama.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun ke level terendah satu bulan di 1,528% semalam, bergerak lebih jauh dari tertinggi lebih dari setahun 1,776% pada Maret, bahkan saat menghadapi penjualan ritel dan data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada Kamis (15/4/2021) .

Baca Juga: Bunga Obligasi AS Turun, Indeks Dolar Merosot

Pada Jumat (16/4/2021), imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun memulihkan beberapa penurunannya menjadi diperdagangkan pada 1,5675%.

“Tentu saja ada sedikit perubahan,” kata Pedagang Senior Valas di Silicon Valley Bank Minh Trang, dilansir dari Antara, Sabtu (17/4/2021).

Trang mengutip beberapa aksi ambil untung setelah apresiasi tajam greenback pada Maret serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah baru-baru ini sebagai alasan utama melemahnya dolar.

Baca Juga: Dolar Melemah Menanti Data Inflasi AS

Selera investor yang meningkat terhadap aset-aset berisiko seperti ekuitas, juga telah melemahkan beberapa permintaan safe-haven yang biasanya dinikmati dolar, kata Trang.

Beberapa pelaku pasar memperkirakan pelemahan dolar akan terus berlanjut.

“Tebakan terbaik saya adalah obligasi pemerintah 10-tahun tidak akan banyak bergerak dari sini selama kuartal mendatang dan itu menjadi latar belakang dinamika baru-baru ini yang telah kita lihat, dengan pelemahan dolar terus berlanjut pada kuartal ini,” kata Colin Asher, ekonom senior di Mizuho.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang saingannya turun 0,111% menjadi 91,561, terendah sejak 18 Maret. Untuk minggu ini indeks turun 0,7%, menetapkan penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Presiden Fed San Francisco, Mary Daly mengatakan ekonomi AS masih jauh dari membuat "kemajuan substansial" menuju target bank sentral untuk inflasi 2,0% dan lapangan kerja penuh, batasan yang telah ditetapkan Fed untuk mulai mempertimbangkan mengurangi dukungannya terhadap ekonomi.

Itu menggemakan pernyataan Ketua Fed Jerome Powell dalam beberapa pidatonya selama seminggu terakhir bahwa pembuat kebijakan akan melihat melalui kenaikan harga-harga jangka pendek di tengah kelambanan yang sedang berlangsung di pasar tenaga kerja.

Dolar Kanada menguat 0,3% terhadap mata uang AS, berbalik lebih tinggi untuk minggu ini, karena harga minyak naik dan penurunan yang lebih luas untuk greenback mengimbangi data domestik yang menunjukkan penurunan lebih besar dari perkiraan dalam perdagangan grosir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini