Jabar Punya 4,6 Juta UMKM, Ada Potensi Investasi Baru

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 03:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 320 2396379 jabar-punya-4-6-juta-umkm-ada-potensi-investasi-baru-pqQXTrkOLu.jpg UMKM (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perlu menajamkan perannya dalam pengawasan kemitraan UMKM di Jabar demi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jabar secara umum.

Hal tersebut berkaitan dengan adanya tujuh potensi ekonomi baru di Jawa Barat pasca pandemi Covid-19 berdasarkan riset Badan Pusat Statistik (BPS).

KPPU menjamin peluang bersaing yang sehat di Jabar, khususnya untuk membantu pemulihan kondisi ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Ridwan Kamil pun memperbolehkan pelaku usaha untuk semakin maju dalam berusaha, namun juga harus menumbuhkan pelaku usaha kecil secara bersama-sama.

"Hal ini selaras dengan prinsip kemitraan yang sehat, di mana antara pelaku usaha besar, menengah, dan kecil, sama-sama saling menguntungkan," kata Kang Emil sapa akrab Ridwan Kamil.

Adapun ketujuh potensi tersebut adalah peluang investasi di Jabar. Potensi ini berkaitan dengan alokasi aset perusahaan Tiongkok. Kemudian swasembada pangan, swasembada teknologi, mendorong peluang bisnis di sektor kesehatan, digital ekonomi, penerapan ekonomi yang berkelanjutan, dan pariwisata lokal.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU, Deswin Nur menyebut, potensi nilai keekonomian Jabar tersebut didorong oleh jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut yang mencapai 4,6 juta unit usaha.

Baca selengkapnya: 7 Potensi Ekonomi Baru di Jabar, Apa Saja?

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini