Harga Minyak Naik Tipis Dibatasi Kasus Covid-19 India

Selasa 20 April 2021 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397536 harga-minyak-naik-tipis-dibatasi-kasus-covid-19-india-SdRY8ObaF2.jpg Kilang Minyak (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak sedikit menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), didukung melemahnya dolar AS. Hanya saja kenaikan harga minyak dibatasi kekhawatiran tentang dampak permintaan dari meningkatnya kasus virus corona di India.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni terkerek 28 sen atau 0,4%, menjadi ditutup di USD67,05 per barel, setelah melonjak 6,0% minggu lalu. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei mengakhiri sesi dengan kenaikan 25 sen atau 0,4% menjadi USD63,38 per barel, setelah terangkat 6,4% minggu lalu.

Dolar AS diperdagangkan pada level terendah dalam enam minggu terhadap mata uang utama lainnya pada Senin (19/4/2021). Pelemahan dolar karena imbal hasil obligasi pemerintah mendekati level terlemah dalam lima minggu.

Baca Juga: Permintaan Naik, Harga Minyak Dunia Tembus USD66,9 per Barel

Dolar yang lebih lemah membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, kasus Covid-19 telah melonjak di India membuat importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia ini mengurangi optimisme untuk pemulihan permintaan global yang berkelanjutan.

"Jika pelemahan dalam dolar AS berbasis luas hari ini dipertahankan, kompleks energi akan mampu mempertahankan sebagian besar keuntungan minggu lalu," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, dikutip dari Antara, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai Naik 6%

"Bahaya utama bagi berlanjutnya penguatan harga minyak adalah kemungkinan munculnya kasus Covid-19 dalam skala luas. Sebagian besar Asia melihat peningkatan baru dalam kasus-kasus yang dapat memaksa penilaian ulang atas penyesuaian permintaan minyak global yang meningkat baru-baru ini," sambungnya.

India melaporkan rekor peningkatan infeksi, yang mengangkat keseluruhan kasus menjadi lebih dari 15 juta atau menjadi negara yang terkena dampak terparah kedua setelah Amerika Serikat sebanyak 31 juta infeksi. Kematian akibat Covid-19 di India juga naik dengan rekor 1.619 menjadi hampir 180.000.

Saat ini Ibu Kota Delhi melakukan penguncian wilayah selama enam hari atau menjadi salah satu dari 13 negara bagian lain di seluruh India yang telah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan, jam malam atau penguncian di kota mereka.

"Langkah-langkah baru ini, meskipun sejauh ini kemungkinan tidak seketat apa yang kita lihat pada Maret 2020, ketika permintaan bensin dan minyak/solar di negara itu turun hampir 60%, namun tetap akan membebani konsumsi bahan bakar transportasi," kata konsultan JBC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini