Wih, Harga Jagung RI Lebih Mahal Dibanding di AS

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397729 wih-harga-jagung-ri-lebih-mahal-dibanding-di-as-8weSOmu8k1.jpeg Harga Jagung di Indonesia Tinggi. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Terkait pengembangan jagung, perlu diketahui bahwa penanaman jagung tergantung musim, di mana penanaman terbesar ketika musim hujan. Asisten Deputi (Asdep) Pangan Kemenko Perekonomian Muhammad Saifulloh mengatakan bahwa rantai pasar jagung masih panjang, dan harga pasar lebih banyak ditentukan oleh peran pedagang pengumpil.

"Kenaikan harga jagung internasional pada Oktober 2020 hingga April 2021 sekitar 36%," ucap Saifulloh dalam webinar di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Dia mengatakan, apabila dibandingkan, harga jagung tingkat petani dan internasional, Indonesia lebih tinggi daripada Amerika Serikat, AS, Argentina, dan Brasil per Maret 2021. Kebutuhan jagung per bulan relatif sama sehingga harga turun ketika pasokan berlebih dan harga naik ketika pasokan berkurang.

Baca Juga: Harga Jagung di Tingkat Petani Anjlok, Apa Upaya Kemendag?

"Sehingga perlu dirumuskan mekanisme pengelolaan stok jagung," kata Saifulloh.

Dia mengkritisi bahwa belum ada mekanisme cadangan jagung pemerintah sehingga rawan permasalahan muncul di tingkat petani ketika harga jatuh, dan di tingkat pengguna terutama peternak layer ketika harga jagung naik.

Baca Juga: Daftar 10 Provinsi Produsen Jagung Terbesar di Indonesia

"Maka dari itu, perlu ada kebijakan pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) untuk jagung. Kemendag perlu berkoordinasi dengan Pemda untuk pengembangan gudang SRG di lokasi yang berdekatan dengan sentra produksi jagung," jelas Saifulloh.

Dia juga menyarankan agar Kemendag dan Kementan perlu berkoordinasi untuk mensinergikan data lokasi mesin pengering (dryer) dan gudang SRG untuk penanganan pasca panen. Perlu pula didorong pengembangan kemitraan petani, industri, lembaga keuangan, dan pemerintah untuk optimalisasi pemanfaatan SRG.

"Perlu peningkatan sosialisasi kepada petani atau petugas pendamping terkait pemanfaatan SRG serta mendorong review kebijakan dan regulasi untuk memudahkan pemanfaatan SRG," pungkas Saifulloh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini