Erick Thohir Ingin RUPS BUMN Lahirkan Pimpinan Perempuan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397961 erick-thohir-ingin-rups-bumn-lahirkan-pimpinan-perempuan-Gsl3lomvdf.jpg Erick Thohir (Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir tengah menyiasati agar keterwakilan perempuan dalam jajaran dewan direksi dan komisaris bisa diakomodir melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2020. Langkah itu untuk mewujudkan target 15 persen perempuan dalam manajemen perseroan negara.

Dia mengakui, realisasi 15 persen keterwakilan perempuan di dalam struktural BUMN cukup sulit. Karena itu, langkah intervensi Kementerian BUMN seyogyanya dilakukan.

 Baca juga: Pembenahan BUMN, Erick Thohir: Restrukturisasi Kredit PTPN Sudah Rampung

RUPS emiten atau perusahaan pelat merah berstatus Tbk misalnya, dia nilai, lebih sulit daripada perusahaan negara yang belum melantai ke pasar modal Indonesia atau Initial Public Offering (IPO). Tentu, kesulitan itu disebabkan oleh saham BUMN yang tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah.

"Kita mau capai 15 persen (pemimpin perempuan) tahun ini, tidak mudah lho, ini Rapat Umum Pemegang Saham lagi mulai soalnya. Dan tentu yang tertutup (PT) masih muda, yang RUPS itu susah, ini momentumnya harus di push," ujar Erick dalam acara Srikandi BUMN, Selasa (20/4/2021).

 Baca juga: Pensiunan BUMN Diduga Terlibat Bom Makassar, Ini Penjelasan Kementerian

Meski begitu, Mantan Bos Inter Milan itu optimis bila pemegang saham lain dan direksi BUMN bisa memberikan kesempatan kepada perempuan untuk memimpin perusahaan negara.

"Saya yakin kepemimpinan seperti Pak Darmawan atau pun dirut-dirut lelaki terhormat, kita bilang terhormat karena mereka mendukung perempuan, pasti mereka beri kesempatan. Jadi 15 persen harus terjadi tahun ini,"kata dia.

Kementerian BUMN mencatat jika persentase 15 persen keterwakilan perempuan di jajaran direksi dan komisaris perseroan negara tahun ini bisa terwujud, maka pada 2023 mendatang akan ada 20 persen keterisian kepemimpinan perempuan. Saat ini, masih 11 persen wanita menduduki jabatan direksi.

"Ketika kita berbicara tentang kepemimpinan perempuan. Sekarang masih 11 persen di tahun ini , saya minta di tahun ini bisa mencapai 15 persen dan di tahun 2023 menjadi 20 persen untuk kepemimpinan perempuan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini