Dolar AS Balik Tekan Euro dan Poundsterling

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 320 2398158 dolar-as-balik-tekan-euro-dan-poundsterling-uEW5omR6XN.jpg Dolar AS Menguat (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS naik pada perdagangan Selasa, karena suku bunga AS bergerak dalam kisaran ketat dan penurunan harga minyak menghantam mata uang terkait minyak mentah.

Setelah menyentuh level terendah dalam hampir tujuh minggu, indeks dolar terhadap mata uang utama naik 0,2% menjadi 91,204 di New York.

Euro datar di USD1,2033 setelah naik hampir 0,4% karena prospek peningkatan vaksinasi. Pound Inggris turun 0,4% menjadi USD1,3937 setelah mundur dari menyentuh USD1,40 dan naik 1% pada hari Senin.

Baca Juga: Dolar Melemah Terbebani Imbal Hasil Obligasi AS

Dolar telah jatuh pada April karena imbal hasil obligasi AS turun dari level tertinggi 14 bulan di 1,776% yang dicapai bulan lalu. Imbal hasil Treasury 10-tahun merosot menjadi 1,57% setelah diperdagangkan dalam kisaran sempit sekitar 1,60%.

Ahli Strategi Mata Uang Senior TD Securities, Mazen Issa menilai, pasar mata uang bisa relatif tenang selama beberapa minggu karena Fed dan Bank Sentral Eropa meluangkan waktu untuk menyesuaikan kebijakan suku bunga mereka, kata

Baca Juga: Indeks Dolar Tergelincir, Bunga Obligasi AS Turun Lagi

"Sebenarnya tidak ada katalis yang kuat di kedua arah bulan ini untuk benar-benar membuat kami keluar dari rentang," kata Issa, dilansir dari Reuters, Rabu (21/4/2021).

Terhadap yen Jepang, dolar naik tipis ke 108,09 setelah menembus di bawah 108 untuk pertama kalinya sejak 5 Maret.

Mata uang terkait minyak terpukul ketika harga minyak mentah turun 1% di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan infeksi virus korona di India akan membawa pembatasan dan mengurangi permintaan minyak.

Sementara itu, beberapa dorongan untuk euro datang dari pengumuman bahwa Uni Eropa telah mendapatkan tambahan 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh BioNTech dan Pfizer. Berita vaksinasi menunjukkan bahwa laju pemulihan Eropa dari pandemi akan mulai menyusul Amerika Serikat dan kisahnya tentang pertumbuhan yang lebih cepat, kata Issa.

“Pasar valas sedang beralih dari gagasan pengecualian penuh AS ini menjadi sedikit lebih limbo sekarang,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini