6 Fakta Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Diturunkan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 25 April 2021 05:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 320 2400145 6-fakta-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-2021-diturunkan-sdHsc8zJ7J.jpg Ekonomi (Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 April 2021. Dalam RDG itu menghasilkan beberapa keputusan, seperti proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta, Minggu (25/4/2021).

 Baca juga: Pendataan BLT Subsidi Gaji Selesai, Pencairan Tinggal Satu Tahap Lagi

1. BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

BI memutuskan untuk menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 4,1% hingga 5,1% pada 2021.

2. Ini Pemangkasan Proyeksi Kedua Kali di 2021

Ini menjadi pemangkasan proyeksi yang kedua kalinya di tahun 2021. Sebelumnya, BI memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif pada kisaran 4,8% hingga 5,8%. Kemudian, BI kembali merevisi proyeksi tersebut menjadi 4,3% hingga 5,3%.

 Baca juga: Kemnaker: Rekonsiliasi Data BSU 2020 Selesai

3. BI Nilai Perbaikan Ekonomi Mulai Terlihat, Tapi Konsumsi Swasta Masih Lesu

 

Perry menilai perbaikan ekonomi sudah mulai terlihat dari perbaikan ekspor juga konsumsi swasta. Namun, khusus konsumsi swasta perbaikannya masih cenderung terbatas.

"Sementara itu, perbaikan konsumsi swasta sebagaimana tercermin pada indikator ekspektasi konsumen dan penjualan eceran sampai dengan bulan Maret 2021 cenderung terbatas," kata Perry di Jakarta.

4. Stimulus Fiskal Pemerintah Masih Tinggi

Stimulus fiskal Pemerintah dalam bentuk bantuan sosial, belanja barang dan belanja modal juga terus meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

"Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya Pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional," ujar Perry di Jakarta (20/4/2021).

5. Kinerja Ekspor Diramal Terus Membaik

Kinerja ekspor juga diperkirakan terus membaik, lebih tinggi dari proyeksi awal tahun, terutama didorong oleh komoditas CPO, bijih logam, pulp and waste paper, serta kendaraan bermotor dan besi baja.

6. Ini Penyebab Ekspor Naik

Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, khususnya Tiongkok. Secara spasial, kinerja ekspor yang membaik terjadi di wilayah Jawa dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini