Beralih ke Energi Terbarukan, Pembiayaan Proyek Minyak Cs Makin Susah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 26 April 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2400837 beralih-ke-energi-terbarukan-pembiayaan-proyek-minyak-cs-makin-susah-gFPvziwZWT.jpg EBT (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang sangat besar dan beragam. EBT mulai dari tenaga air, angin hingga matahari namun pemanfaatannya masih belum maksimal.

Tercatat, hingga akhir 2020, total kaapsitas listrik berbasis EBT mencapai 10,5 GW, dengan kapasitas terbesar dari tenaga air sebesar 6,1 GW dan panas bumi 2,1 GW.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, lembaga penyedia dana semakin mudah mendanai proyek-proyek energi ramah lingkungan daripada proyek berbasis energi fosil. Sekadar informasi proyek energi fosil seperti minyak bumi, gas bumi dan batu bara.

"Biaya teknologi EBT semakin murah membuat EBT menjadi lebih kompetitif. Kita lihat sumber dan akses pembiayaan semakin sulit untuk fosil dan memudahkan untuk EBT," ujar Airlangga dalam video virtual, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Menko Luhut Sebut RI Tak Lama Lagi Tinggalkan Energi Fosil

Dia menjelaskan, pasar global mulai menilai produk hasil industri yang memiliki catatan carbon footprint yang rendah. Carbon footprint ialah jumlah gas efek rumah kaca termasuk karbon dioksida dan gas metana dari suatu kegiatan.

"Produk industri pengolahan dilihat dari hasil listriknya, sumber energi listrik dari fosil jadi tidak lebih menjanjikan daripada EBT. Hal ini tentu berdampak pada ekspor hasil produk industri pengolahan," katanya.

Dia menanbahkan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dari business as usual dan 415 dari business as usual dengan bantuan internasional.

"Melalui penerbitan UU No.16/2016 tentang pengesahan Paris Agreement, dimana pemanfaatan EBT dan konservasi energi akan berkontribusi signifikan terhadap penurunan emisi rumah kaca dan meningkatkan akses terhadap energi bersih dan terjangkau," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini