Share

Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, MTI: Kurang Cermat

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 26 April 2021 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2400843 biaya-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-mti-kurang-cermat-w4sgZAsbkd.jpg Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Sindonews/Michelle)

JAKARTA - Ada pembengkakan pada biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, pembengkakan biaya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang dihitung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, perhitungan pada awal pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kurang cermat, sehingga menyebabkan ada pembengkakan biaya.

"Mungkin pada saat awal perhitungannya kurang cermat ya. Biasanya kan hanya menghitung biaya konstruksi saja, namun belum memperhitungkan biaya operasional. Bisa jadi selama ini kan yang jadi leading dari perusahaan BUMN karya yang tentunya mereka lebih fokus pada persoalan teknis,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak 20%, Tambahannya dari Mana? 

Dia mengatakan, kereta cepat dianggap sebagai kereta yang baru untuk Indonesia, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang juga baru.

“Dalam perjalanannya saya kira mereka baru mulai menghitung berapa kira-kira kebutuhan SDM yang diperlukan, kemudian untuk persiapan apa saja ke arah sana, termasuk juga dalam pengembangan IT-nya nanti,” kata Djoko.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Akan tetapi, menurut Djoko, dengan sudah digantinya direksi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) digantikan dari BUMN perkeretaapian, ini merupakan hal yang tepat.

“Saya kira ini tepat sekali karena sudah mau mengarah operasional sehingga bisa menggandeng PT Kereta Api juga nantinya. Dengan adanya direksi umpanya dari PT Kereta Api, berharap bahwa ini akan terjadi efesiensi dalam hal penganggaran dan tidak terjadi pembengkakan,” terang dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menghitung lebih rinci pembengkakan biaya dari pekerjaan proyek tersebut.

Diketahui, hal ini ditempuh sebelum pemerintah dan anggota konsorsium bernegosiasi dengan investor China sebagai mitra proyek terkait dengan pembengkakan biaya tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini