Jilbab China Rp2.000 Bikin Industri Lokal Menderita, Ini Tarif Safeguard Impor Garmen

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 320 2401415 jilbab-china-rp2-000-bikin-industri-lokal-menderita-ini-tarif-safeguard-impor-garmen-qWYMDZ5EpA.jpg Ilustrasi Jilbab (Foto: Aquila)

Contohnya saja untuk produk T-shirt, diusulkan tarif yang dikenakan sebesar Rp 27.000 pada setiap produk impor.Dengan adanya tarif tersebut maka harga produk T-shirt yang ada dipasaran bisa bersaing dengan produk nasional

"Ketika ada atasan casual impor dari China misalnya, masuk dengan harga Rp20.000, dikenakan safeguard Rp27.000, harga yang masuk ke Indonesia menjadi Rp47.000. Produsen dalam negeri pasti bisa membuat harga baju segitu, sehingga bisa bersaing," kata Elis.

Tak hanya itu,ada produk lainnya yang dikenakan tarif cukup besar. Misalnya saja produk outer seperti jaket. Kemenperin mengusulkan tarif safeguard sebesar Rp63.000 per buah.

"Kami sebenarnya mengusulkan lebih tinggi lagi yaitu Rp79.000 untuk outer. Tapi kemudian direvisi," katanya.

Selain itu, tarif safeguard juga dikenakan untuk busana muslim. Menurut Elis, banyak ditemukan produk impor busana muslim dengan harga sangat murah di pasar tanah air.

Untuk produk headwear atau hijab, tarif yang diusulkan adalah Rp19.800. Sementara untuk produk gamis, sebesar Rp59.000.

"Untuk harga dari impor hijab itu Rp2.000, sementara produk hijab IKM di Zoya atau El Zatta kan Rp78.000. Jadi, bagaimana IKM bisa bersaing kalau produk impornya saja harganya dijual Rp3.000 sampai Rp6.000," ungkapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini