Peternak Minta Impor Jagung, Ini Alasannya

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 320 2402804 peternak-minta-impor-jagung-ini-alasannya-6jwiyzz8ku.jpg Jagung (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko impor daging ayam dari Brasil akan merugikan para peternak kecil. Supaya tidak rugi terlalu besar pemerintah harus bisa menurunkan harga pakan ternak dengan impor.

Dia menjelaskan, bahwa harga pakan ternak yaitu jagung mengalami kenaikan. Untuk itu diperlukan impor agar harga produksi ayam peternak bisa bersaing.

Baca Juga:  Peternak Ayam Terancam Bangkrut Gegara Impor dari Brasil

"Jadi biasa jagung itu diterima Rp4.000 sekarang harganya Rp6.000 . Sehingga ada kenaikan harga produksi ayam sebesar 20%," kata Singgih dalamnya Market Review IDX Channel, Kamis (29/4/2021)

Dia mengungkapkan bahwa harga normal ayam lokal itu dikisaran Rp17.500 - Rp18.000. Untuk itu perlu ada upaya dari pemerintah agar harga pakan ternak ini bisa kompetitif.

Baca Juga:  Permintaan Daging Ayam untuk Lebaran Diprediksi Naik 15%

"Pemerintah harus bisa membuat harga pakan ternak itu kompetitif seperti di negara lain agar harga produksi para peternak bisa turun.Jadi selisih gak banyak dengan luar negeri," jelasnya.

Masukkan kedua, lanjut Singgih, pemerintah diminta untuk mengungkapkan dan membatasi kuota impor daging ayam tersebut. Dengan adanya kuota impor, peternak menjadi tahu berapa ayam yang harus diternakkan.

"Pemerintah harus mengungkapkan kuota yang diimpor sehingga para peternak itu bisa mengurangi produksi. Sehingga harga ayam peternak bisa bersaing dengan impor. Jadi win win solusinya lah," tandasnya

Untuk diketahui, tak lama lagi Indonesia akan kebanjiran impor daging ayam dari Brasil. Adanya impor ini bukan karena stok dalam negeri berkurang namun Indonesia harus memenuhi tuntutan setelah kalah gugatan dari Brasil di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini