6 Fakta Rapid Test Antigen Bekas, Petugas Langsung Dipecat!

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 320 2403970 6-fakta-rapid-test-antigen-bekas-petugas-langsung-dipecat-Jx7jeYyCaj.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, tengah ramai tentang kasus penggunaan alat rapid tes antigen bekas yang dilakukan oleh salah satu oknum dari cucu usaha PT Kimia Farma Tbk yakni Kimia Farma Diagnostik.

Kejadian tersebut terjadi di Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Di mana kejadian tersebut terungkapsetelah aksi penggrebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Ada sejumlah fakta menarik dari kasus penggunaan alat Rapid Antigen bekas tersebut. Berikut Okezone merangkumnya pada Minggu (2/5/2021).

Baca Juga: Poldasu Tetapkan 5 Tersangka Kasus Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu

1. Sedang Lakukan Penyelidikan

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik akhirnya buka suara. Di mana mengenai oknum petugas layanan rapid test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kualanamu yang diduga melakukan tindakan penggunaan kembali alat rapid test Antigen.

Cucu usaha Kimia Farma tersebut saat ini tengah melakukan investigasi bersama dengan pihak aparat penegak hukum dengan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses penyelidikan tersebut.

2. Merugikan Perseroan

Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh oknum pertugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnsotik tersebut sangat merugikan Perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan.

“Serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum petugas layanan Rapid Test tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Layanan Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Sudah Terjadi sejak Desember 2020

3. Pegawai Dipecat

PT Kimia Farma Tbk memecat para oknum petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam kasus penggunaan kembali Alat Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu. Selain pemecatan oknum petugas PT Kimia Farma Diagnostik, manajemen emiten juga menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk dapat diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang–undangan yang berlaku.

Apabila terbukti bersalah, lanjut dia, maka para oknum petugas layanan Rapid Test tersebut akan diberikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Mengundang Kemarahan Publik

Anggota Komisi VI DPR Abdul Hakim Bafagih menyebut, penggunaan antigen bekas di Bandara Kualanamu itu di luar batas toleransi dan mengundang kemarahan publik. Dia menilai, PT Kimia Farma melalui anak usahanya Kimia Farma Diagnostika harus bertanggung jawab secara penuh, tidak sebatas pada oknum saja.

Dia menilai, kejadian tersebut merupakan tindakan yang disengaja serta dilakukan lebih dari satu orang. Artinya, ada upaya kerjasama yang melibatkan lebih dari satu pihak. Dengan begitu, ada kesalahan dalam manajemen perusahaan, terutama dari sisi monitoring atau pengawasan internalnya.

“Ini masalah besar, dalam situasi publik yang penuh kegamangan akibat pandemi, tindakan mencari untung dengan memanfaatkan situasi tersebut adalah tindakan kriminal dan tak bermoral,” ujarnya.

5. Erick Thohir Diminta Rombak Direksi Kimia Farma

Anggota Komisi VI DPR Abdul Hakim Bafagih meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir merombak dewan direksi perseroan karena lalai dalam menjalankan tugasnya.

“Oknum harus tetap diproses baik dalam konteks perbuatan kriminal atau pun pelanggaran SOP perusahaan. Akan tetapi, yang lebih penting adalah perombakan manajemen. Kasus ini telah membuktikan bahwa manajemen PT Kimia Farma Diagnostika tidak bekerja secara profesional dan bertanggung jawab," katanya.

6. Kimia Farma dan Angkasa Pura II Harus Tanggung Jawab

Selain Kimia Farma Diagnostika, PT Angkasa Pura dinilai bertanggung jawab atas kasus tersebut. Sebab, pengadaan Rapid Antigen merupakan bentuk kerjasama antara perseroan pelat merah dengan PT Angkasa Pura.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini