Percepat Pemulihan, Jadi Alasan LPS Turunkan Suku Bunga Jaminan

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 320 2405043 percepat-pemulihan-jadi-alasan-lps-turunkan-suku-bunga-jaminan-dzpAEEVFB9.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, LPS telah menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP).

Sejak Maret 2021, penjaminan LPS mencakup 99,92% dari total rekening atau 50,15% dari total nominal simpanan. Lalu pada tanggal 22 Februari 2021, LPS telah menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan Rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing 25 bps menjadi 4,25% dan 6,75%. TBP untuk simpanan valuta asing pada Bank Umum juga diturunkan sebesar 25 bps menjadi 0,75%.

 Baca juga: Cairkan Klaim Nasabah BPR Bina Barumun, LPS: Jangan Terprovokasi

"Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong penurunan biaya dana (cost of fund) perbankan agar suku bunga kredit menjadi turun untuk mendorong pertumbuhan kredit," kata Purbaya di Jakarta (3/5/2021).

Lebih lanjut kebijakan relaksasi lain seperti relaksasi pengenaan denda atas keterlambatan pembayaran premi oleh bank peserta penjaminan bertujuan untuk memberikan tambahan ruang likuiditas bagi bank serta relaksasi penyampaian laporan berkala bank untuk mengurangi beban pelaporan bank.

 Baca juga: LPS Punya Aset Rp140,1 Triliun, Simpanan Masyarakat Naik

LPS juga menerbitkan kebijakan relaksasi penyampaian laporan data Single Customer View. Sebagai otoritas penjamin simpanan dan resolusi bank, LPS akan terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis melalui berbagai instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga SSK dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sinergi dan koordinasi yang kuat antarlembaga di KSSK menjadi kunci dalam menjaga SSK sekaligus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Langkah-langkah kebijakan yang terkoordinasi dengan baik diharapkan dapat efektif menjaga SSK.

Selain itu, koordinasi yang kuat dalam hal monitoring dan evaluasi terhadap implementasi Paket Kebijakan Terpadu KSSK yang telah luncurkan pada awal Februari 2021 akan terus dilakukan guna menjamin efektivitas dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. KSSK akan kembali menyelenggarakan rapat berkala pada bulan Juli 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini