Masyarakat Mohon Paham, Mudik Dilarang agar Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 320 2406018 masyarakat-mohon-paham-mudik-dilarang-agar-tak-ada-lonjakan-kasus-covid-19-psfTSDpVof.jpg Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Larangan mudik yang kembali diterapkan pada tahun ini menimbulkan pro dan kontra. Meskipun, pemerintah sudah menjelaskan larangan mudik untuk menekan angka penyebaran virus covid-19.

Founder Metode MSD dan Direktur Epidemiologi Indonesia dr. M Sopiyudin Dahlan mengatakan, tujuan dari pelarangan mudik adalah agar kasus covid-19 tidak lagi mengalami lonjakan. Apalagi, fasilitas kesehatan juga sudah sangat kewalahan menangani pasien covid-19.

Baca Juga: BPS Ungkap Dampak Pelarangan Mudik pada Ekonomi RI

“Oleh karena itu kita harus memahami bahwa tujuan paling moderat ini adalah supaya kasus tidak melonjak karena saat ini pun fasilitas kesehatan sudah sangat kewalahan untuk melayaninya,” ujarnya dalam acara Market Review, Rabu (5/5/2021).

Sebenarnya, lanjut Sopiyudin, bukan hanya mudik saja yang pergerakannya dibatasi. Akan tetapi, aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan aktivitas dan potensi penularan juga ikut dilarang.

“Bagaimana kasus tidak melonjak kita harus menekan aktivitas yang memungkinkan kontak yang intensitasnya tinggi dan banyak. Bukan hanya mudik semua aktivitas yang mempunyai frekuensi banyak dan intensitas tinggi itu memang dilarang,” jelasnya

Baca Juga: Larangan Mudik Berlaku 6 Mei, Antisipasi Hal Ini agar Tak Terjadi Ledakan Kasus Covid-19

Karena dalam penanganan Covid-19, kasus bisa turun jika aktivitas yang berpotensi mengalami penularan secara intensif dibatasi. Hanya saja momen yang terjadi dan terdekat saat ini adalah mudik lebaran yang sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun.

“Cuma spesial saat ini moment mudik buatlah kebijakan larangan mudik,” ucapnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini