4 Fakta THR, Segera Lapor Jika Belum Juga Cair

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 09 Mei 2021 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 320 2407722 4-fakta-thr-segera-lapor-jika-belum-juga-cair-TzCL2nfJ52.jpg THR Jangan Dicicil. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menegaskan bahwa tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja/buruh wajib diberikan oleh perusahaan paling lambat H-7 lebaran. Selain itu, THR juga harus dibayar penuh dan tidak boleh dicicil.

Kementerian Ketenagakerjaan pun sudah membuka posko THR. Bagi para pekerja yang tak mendapatkan THR itu bisa melaporkan ke posko THR.

Ada sejumlah fakta menarik dari pencairan THR. Berikut Okezone merangkumnya pada Minggu (9/5/2021).

1. Kemnaker Jelaskan Ketentuan THR bagi PPNPN

Kementerian ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan mengenai kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Ketentuan THR bagi PPNPN tersebut disesuaikan dengan kebijakan masing-masing instansi atau daerah pekerja.

Baca Juga: 5 Fakta Jokowi dan Pejabat Negara Dapat THR, Segini Besarannya

2. THR Tak Cair Lapor ke Mana.

Sesuai dengan SE Nomor M/6/HK/04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, Kemnaker mendirikan posko THR Keagamaan untuk mengawasi pelaksanaan pemberian THR kepada pekerja/buruh.

Posko THR ini selain ada di Kemnaker, juga ada di tingkap provinsi maupun kabupaten/kota.

Baca Juga: Pembagian THR PNS Tak Merata, Ada Apa?

Posko THR Keagamaan ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah agar hak pekerja/buruh untuk mendapatkan THR Keagamaan benar-benar bisa dibayarkan sesuai ketentuan perundang-undangan

3. THR Cair, Bagaimana Nasib Pekerja yang di-PHK Perusahaan?

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan, jika pekerja di-PHK terhitung 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka dia masih berhak menerima THR. Namun berbeda halnya jika pekerja resign atau mengundurkan diri.

Bagi pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan PKWTT (tetap) dan terjadi PHK oleh pengusaha terhitung sejak 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, maka berhak mendapatkan THR. Sedangkan, resign/pengunduran diri bukan termasuk PHK yang dilakukan oleh pengusaha melainkan oleh pekerja/buruh itu sendiri. Jadi berdasarkan ketentuan tersebut, maka dia tidak berhak mendapatkan THR

4. Cara Manfaatkan Uang THR

THR sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber dana untuk memperbaiki cash flow atau arus kas secara fundamental. Coba cermati pos-pos pengeluaran, berapa banyak yang harus dialokasikan untuk membayar cicilan atau utang, terutama kartu kredit...

Banyak yang kesulitan dalam mengatur utang kredit, sehingga harus mengangsur dalam jangka panjang dan bunga yang harus dibayarkan menjadi sangat besar. THR sebenarnya bisa digunakan untuk memperbaiki cash flow tersebut, yaitu dipakai untuk membayar cicilan atau utang dalam jumlah cukup besar.

Itu sebabnya, daripada dipakai untuk kebutuhan konsumsi yang langsung habis, THR seharusnya bisa digunakan untuk keperluan keuangan yang lebih penting lainnya. Lalu, bagaimana cara menyiasati pengeluaran ketika Ramadhan dan lebaran?

Paling utama adalah, meninjau ulang bentuk-bentuk pengeluaran, termasuk pengeluaran tetap. Banyak yang berpikir pengeluaran tetap tidak bisa diubah, padahal sebenarnya bersifat fleksibel terutama di bulan Ramadhan. Dengan mengurangi kegiatan dan konsumsi di bulan Ramadhan, bisa jadi jumlah pengeluaran tetap akan berkurang.

Kalau pada bulan-bulan sebelumnya pengeluaran Rp2 juta, maka di bulan Ramadhan bisa berkurang menjadi Rp1,5 juta. Berarti dari dana tersebut bisa direalokasi untuk menutupi biaya pengeluaran tidak tetap di bulan Ramadhan atau lebaran.

Biasanya pengeluaran tidak tetap di bulan Ramadhan digunakan untuk pulang kampung atau mudik. Dengan adanya pelarangan mudik oleh pemerintah, seharusnya alokasi tersebut juga bisa dialihkan ke pos-pos pengeluaran lainnya. Alhasil, THR pun tidak akan cepat habis sekaligus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini