Viral Presiden Jokowi soal Bipang Ambawang, Mendag Minta Maaf

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 20:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 320 2407805 viral-presiden-jokowi-soal-bipang-ambawang-mendag-minta-maaf-NMQCTimi6j.jpg Menteri Perdaganga M Lutfi. (Foto: Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi buka suara terkait video Presiden Joko Widodo yang mempromosikan bipang Ambawang khas Ambawang, Kalimantan Barat. Lutfi pun meminta maaf atas kesalapahaman video tersebut.

Lutfi mengaku tidak ada maksud apapun terkait video viral ini. Karena, niat awal dari acara tersebut adalah untuk mempromosikan dan mengajak agar masyarakat Indonesia bangga pada produk lokal.

Baca Juga: Luhut: Sudah Terlalu Lama Negara Ini Bergantung Produk Luar Negeri

Kami Kementerian Perdagangan selaku penanggung jawab dari acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan bapak presiden. Kami mohon maaf sebesarnya jika terjadi kesalahpahaman, karena niat kami hanya ingin agar semua bangga terhadap produksi dalam negeri, termasuk kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita,” ujarnya dikutip dari video youtube Kementerian Perdagangan, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Lutfi, konteks dari video tanaman Bipang Ambawang ini adalah untuk mengajak masyarakay mencintai produk lokal. Pernyataan tersebut ditunjukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya.

Baca Juga: Target Transaksi Hari Bangga Buatan Indonesia Rp11,5 Triliun

“Kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan pernyataan Bapak Presiden Joko Widodo presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal. penyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terdidiri dari beragam suku, budaya, dan agama, yang memiliki kekayaan kuliner nusantara dari berbagai daerah,” jelasnya.

Dengan keberagaman ini juga menjelaskan jika setiap makanan memiliki ciri khas sendiri. Bahkan banyak makanan lokal yang menjadi favorit masyarakat karena keunikan dan keanekaragamannya.

“Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal. Jadi, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang sangat beragam. Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai, dan dicintai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam. Mari kita bangga dan promosikan kuliner Nusantara yang beragam sehingga bisa menggerakkan ekonomi terutama UMKM," jelasnya.

Kendati demikian, Lutfi tetap meminta maaf kepada masyarakat Indonesia mengingat video tersebut merupakan bagian dari acara Kemendag. Lutfi pun mengajak masyarakat untuk cinta dan mempromosikan produk lokal khususnya UMKM.

“Mari kita bangga dan promosikan kuliner nusantara yang beragam. Sehingga, menggerakkan ekonomi, terutama UMKM,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini