Tak Perlu Mudik, Masyarakat Bisa Beli Bingkisan Keluarga dari E-Commerce

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 320 2409444 tak-perlu-mudik-masyarakat-bisa-beli-bingkisan-keluarga-dari-e-commerce-WqAEjUlAut.jpg Mudik Dilarang, Kirim Bingkisan Lebaran Bisa Melalui E-Commerce (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Mudik Lebaran tahun ini dilarang karena mencegah penyebaran virus corona. Masyarakat pun bisa membelikan bingkisan tanda mata kepada keluarga di kampung melalui marketplace dan berbagai jenis e-commerce lainnya.

“Ini pilihan yang yang tidak kita sukai mengingat mudik sudah jadi budaya kita. Tapi demi kebaikan bersama kita tahan dulu agar tidak mudik. Sebagai gantinya, kita bisa berikan tanda mata dan bentuk silaturahmi ke keluarga melalui belanja online atau bentuk lainnya,” ujar Wamendag Jerry Sambuaga, Rabu (12/5/2021).

Pemerintah memang sedang giat mendorong belanja online. Beberapa waktu lalu bahkan Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp500 miliar untuk perdagangan online. Dengan cara itu, diharapkan kegiatan ekonomi terus berjalan tetapi meminimalkan interaksi dan kerumunan di tempat-tempat perdagangan konvensional.

Baca Juga: Mudik Dilarang, AP I Catat Hanya 5.704 Pergerakan Penumpang pada 10 Mei 2021

Silaturahmi pada momen lebaran ini diharapkan juga tidak membuat kerumunan-kerumunan atau interaksi antar kota yang membuka peluang meningkatnya penderita Covid. Pelajaran dari India dianggap seharusnya membuat Indonesia makin berhati-hati.

Oleh karena itu pemerintah mengantisipasi agar momentum hari raya lebaran kali ini tidak membawa dampak Kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Kembali pada belanja online, Perdagangan online di Indonesia memang terus meningkat. Pada masa pandemi. Peningkatan bukan saja terjadi dalam aspek nominal tetapi juga pengguna dan varian produk yang dibeli.

Baca Juga: Mudik Dilarang, Jumlah Penumpang Transportasi Turun hingga 77%

Selain itu, Wamendag menekankan bahwa perdagangan online sudah makin meluas dan dilakukan oleh banyak sekali pelaku UMKM. karena itu, dengan menggalakkan belanja online di Hari raya bisa membangkitkan ekonomi masyarakat juga.

“Pada musim hari raya seperti ini biasanya terjadi transfer uang dari kota ke desa, dari pusat ke daerah. Kalau kita tidak bisa mudik, kita tetap bisa mendorong transfer keuangan ini dengan belanja produk-produk daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wamen milenial itu mengapresiasi makin meningkatnya kualitas produk daerah baik dari sisi mutu produk, pengemasan maupun pemasarannya. Ia melihat kapasitas pengusaha dan pelaku ekonomi di daerah makin besar.

“Ada kesadaran untuk berproduksi dengan market oriented. Ini terlihat dari cara produksi yang makin memenuhi standar, kemasan dan branding yang baik dan marketing yang makin kreatif,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini