JAKARTA - Logam mulia atau emas disebut instrumen safe haven karena menjadi investasi paling aman dan alat lindung nilai pada saat krisis. Emas memiliki nilai yang relatif stabil dan bersifat likuid, atau mudah dijual-belikan.
Co-Founder dan CMO IndoGold Indra Sjuriah mengatakan prinsip utama dalam berinvestasi emas adalah imbal balik didapatkan dari kenaikan harga emas. Harga emas cenderung naik dalam jangka waktu yang panjang.
Baca Juga: Alokasikan Sepertiga Uang THR untuk Investasi
"Oleh karena itu, berinvestasi emas disarankan untuk kebutuhan jangka panjang, seperti misalnya dana pensiun atau dana naik haji. Berinvestasi emas juga terbilang mudah sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja. Di samping itu, emas merupakan investasi yang likuid sehingga dapat dicairkan di masa mendatang dengan mudah." ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Belum lama ini
Dia pun memberikan tips cara berinvestasi emas. Pertama, investor harus memiliki tujuan finansial yang jelas. Anda dapat merencanakan seberapa banyak dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan emas. Kedua, berinvestasi emas secara rutin sejak dini. Dalam berinvestasi emas, tidak perlu menunggu momentum yang tepat ketika harga emas sedang naik atau turun. Investasi emas memang ditunjukkan untuk investasi jangka panjang, yakni minimal 5 tahun.
Baca Juga: Mau Investasi Kripto? Perhatikan Dulu Risikonya
Ketiga, melakukan diversifikasi portofolio investasi. Diversifikasi ke lebih dari satu instrumen investasi merupakan strategi investasi yang baik agar dapat memaksimalkan keuntungan yang di dapat serta meminimalisir risiko keuangan yang ditimbulkan.