Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah William Tanuwijaya Bangun Tokopedia dengan Gelar Lulusan Warnet

Michelle Natalia , Jurnalis-Selasa, 18 Mei 2021 |08:21 WIB
   Kisah William Tanuwijaya Bangun Tokopedia dengan Gelar Lulusan Warnet
William Tanuwijaya (Foto: Instagram/@liamtanu)
A
A
A

JAKARTA - Tokopedia dan Gojek melakukan kolaborasi dengan membentuk Grup GoTo. Jauh sebelum dibentuknya GoTo, Tokopedia lahir dari tangan William Tanuwijaya.

Kini Tokopedia menjelma sebagai startup level unicorn karena memiliki valuasi USD1 miliar. Di jajaran petinggi GoTo tidak ada nama William Tanuwijaya. William Tanuwijaya masih menjabat sebagai CEO Tokopedia.

Lalu bagaimana William Tanuwijaya membangun Tokopedia?

Founder dan CEO Tokopedia berbagi kisah bagaimana mendirikan startup Tokopedia dari awal hingga saat ini. Tokopedia pun menjelma sebagai unicorn karena memiliki valuasi USD1 miliar.

"Saya selalu menganggap diri saya sebagai pengusaha kepepet atau entrepreneur by accident. Kalau orang lain lulusan universitas, saya bisa bilang diri saya adalah lulusan warnet," kata William dalam Manager Forum XLIX MNC Group ke-49 bertajuk "Digital!! - Let's Boost The Digital Side" secara virtual di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: Pendapatan Bakal Naik Usai Gojek-Tokopedia Merger, Driver Ojol Tagih Bonus 

William Tanuwijaya lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 11 November 1981. Semasa kuliah, William juga sambil bekerja sebagai operator di warung internet (warnet). William sendiri merupakan lulusan Teknik Informasi Universitas Bina Nusantara.

William menceritakan bahwa saat dirinya merantau di Jakarta, dia mengalami banyak rintangan berat, terlebih dengan kondisi almarhum ayahnya yang jatuh sakit. Alhasil, kuliahnya tertinggal dan William berjuang mencari nafkah dengan menjadi penjaga warnet shift malam selama 3 tahun, dengan bayaran Rp10.000 per hari.

"Saya belajar bagaimana membuat website, dan waktu itu belum masuk di kurikulum kampus. Saya juga bermimpi bisa bekerja di Google atau Facebook, namun tidak bisa karena kantornya di luar negeri. Hingga tahun 2007, saya melihat peluang membangun Tokopedia," tuturnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement