Evaluasi Larangan Mudik, 74.878 Penumpang Terbang dari 15 Bandara

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 320 2412226 evaluasi-larangan-mudik-74-878-penumpang-terbang-dari-15-bandara-7VqufbS4x1.jpg Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat trafik penumpang pada masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 mencapai 74.878 pergerakan penumpang. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata trafik penumpang harian pada 2021 yang sebesar 74.589 penumpang.

Sementara itu, trafik pesawat pada masa peniadaan mudik sebesar 2.556 pergerakan pesawat. Sementara itu untuk pengiriman kargo sebesar 8.634.702 kilogram (kg).

Trafik penumpang tertinggi pada masa peniadaan mudik tersebut terdapat di Bandara Juanda Surabaya dengan trafik sebesar 17.149 pergerakan penumpang. Trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan trafik sebesar 12.901 pergerakan penumpang.

Baca Juga: Pulang Mudik, Satgas Minta Warga Karantina Mandiri Selama 5 x 24 Jam

Kemudian di tempat ketiga adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Di mana trafik penumpang pada Bandara ini mencapai 12.315 pergerakan penumpang.

Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan mengatakan, kegiatan operasional di 15 bandara yang dikelola selama larangan mudik sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah. Di mana hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021.

Baca Juga: Pemudik Tak Punya Surat Bebas Covid-19 Diminta untuk Datangi Polsek Terdekat

"Angkasa Pura I memastikan bahwa kegiatan operasional di 15 bandaranya pada masa peniadaan mudik lalu telah sesuai dengan prosedur transportasi pada masa peniadaan mudik seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Idul Fitri 1442 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (19/5/2021).

Dalam aturan tersebut, seluruh masyarakat dilarang melakukan penerbangan ke luar kota. Namun ada beberapa kelompok dan golongan yang masuk dalam kategori yang dikecualikan.

Jika mengacu pada aturan, larangan perjalanan lintas kota atau kabupaten atau provinsi atau negara dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik . Seperti untuk kepentingan bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi 1 orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.

Itupun harus membawa surat persyaratan yang sudah ditentukan serta surat kesehatan bebas covid-19. Adapun persyaratan yang harus dibawa seperti surat dinas untuk yang memiliki kepentingan pekerjaan hingga surat keterangan dari kelurahan untuk mereka yang memiliki kepentingan mendesak.

“Hanya penerbangan yang dikecualikan yang dapat dilakukan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini