Valuasi Gojek-Tokopedia Bisa Capai Rp572 Triliun

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2412958 valuasi-gojek-tokopedia-bisa-capai-rp572-triliun-Swm3RKH6VH.jpg Gojek-Tokopedia. (Foto: Okezone.com/Dokumentasi GoTo)

JAKARTA – Merger Gojek dengan Tokopedia diprediksi memiliki nilai valuasi hingga Rp572 triliun. Merger kedua perusahaan teknologi ini pun dinilai mampu menggairahkan pasar, terutama sektor logistik barang maupun e-commerce.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meyakini langkah merger tersebut akan mendongkrak perputaran ekonomi yang ada di GoTo yang dinilai memiliki potensi peningkatan luar biasa untuk jangka panjang.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani mengatakan, masuknya GoTo di dunia digital, secara tidak langsung memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap produk digital. Dampak dari perputaran dari GoTo ini di data dari tahun 2020 tercatat Rp314 triliun.

Baca Juga: Gojek-Tokopedia Merger Jadi GoTo, Model Bisnis Untungkan Konsumen?

“Bayangkan, jika Rp314 triliun itu memberikan kontribusi sebesar kira-kira di angka 2% atas PDB di indonesia. Di mana PDB di kita di tahun 2020 di angka Rp15.434,2 triliun,” ujarnya dalam market review IDX TV di Jakarta, Kamis (20/5/2021)

Dilihat dari sejarah dana Gojek hingga 2019 dan Tokopedia hingga 2020, GoTo memiliki valuasi setidaknya senilai 18 miliar Amerika Serikat atau lebih dari Rp257 triliun. Tokopedia adalah start up unicorn dari Indonesia, begitu juga dengan Gojek menyandang predikat decacorn.

Baca Juga: Bisnis GoTo Bikin Pesaing Mati Kutu?

Merger kedua E-Commerce dan ride hailing apps ini pun disebut-sebut merupakan yang terbesar untuk perusahaan teknologi Indonesia dan Asia Tenggara. Setelah resmi di umumkan, GoTo berencana akan melakukan penawaran saham dana atau IPO tahun ini. Kabarnya IPO akan dilakukan di Bursa Indonesia dan Amerika Serikat.

Sejalan dengan hal itu, Ajib Hamdani menambahkan, GoTo juga akan memiliki layanan keuangan bernama GoTo financial. Goto financial mencakup layanan GoPay serta melayani keuangan bisnis mitra usaha.

Dikutip dari keterangan persnya, GoTo memberikan kontribusi sebesar 2% terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia (PDB). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) perekonomian Indonesia 2020 yang diukur berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp15.434,2 triliun.

Dengan demikian angka kontribusi GoTo setidaknya berada dikisaran Rp308 triliun. GoTo sendiri mengklaim mencatat Total Gross Transaction Value (GTV) secara grup lebih dari 22 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp314 triliun pada tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini