Kasus Covid-19 Tinggi, saatnya RI Perketat Penerbangan Internasional-Domestik

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2412989 kasus-covid-19-tinggi-saatnya-ri-perketat-penerbangan-internasional-domestik-xSEYInEGJP.jpg Penerbangan RI Harus Diperketat. (Foto: Okezone.com/AP 2)

JAKARTA - Indonesia harus berhati-hati supaya kasus Covid-19 tidak lagi melonjak. Apalagi ada beberapa peristiwa penting yang terjadi dan berpotensi meningkatkan jumlah kasus Covid-19.

Pertama, masuknya tamu atau warga negara India beberapa waktu lalu. Padahal kondisi kasus di India sendiri sedang tinggi-tingginya.

Pengamat penerbangan sekaligus Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin mengatakan, hal ini harus diwaspadai oleh pemerintah. Apalagi, strain baru virus covid-19 ini menelan korban jiwa hingga ratusan ribu orang.

Baca Juga: 5 Fakta Maskapai Baru Super Air Jet, Katanya Pakai Pesawat Lama

“Indonesia sebelum ini sudah melihat adanya kedatangan Tamu-tamu atau pengunjung dari India. Pada saat itu kasus sedang tinggi. Dan hari ini saya membaca ada stren baru pengembangan dari apa yang ditemukan di India yang sampai menyebabkan ratusan ribu jiwa,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (20/5/2021).

Ditambah lagi, beberapa waktu lalu juga baru melewati budaya mudik lebaran. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah karena berdasarkan pengalaman kasus covid-19 selalu mengalami kenaikan pasca libur panjang.

Baca Juga: Pengumuman! Penerbangan Pesawat Carter Dilarang Beroperasi Selama Larangan Mudik

“Saya kira untuk Indonesia justru harus lebih ketat khususnya kita masih mengantisipasi beberapa pekan setelah musim lebaran kemarin. Karena kan dari satu tahun terakhir kita selalu melihat kalau ada libur panjang pasti angka naik,” kata Ziva.

Oleh karena itu, Ziva menyarankan pemerintah untuk melakukan pengetatan pada transportasi udara. Tak hanya untuk luar negeri, untuk rute domestik pun perlu dilakukan pengetatan.

“Jadi ini sudah bukan masalah sebaiknya tutup atau tidak tapi sebaiknya harus dan bukan hanya untuk penerbangan dari luar negeri tapi juga domestik dikembalikan lagi ke status ketat,” jelasnya.

Namun yang paling penting lanjut Ziva, adalah implementasi dan pengawasannnya. Karena yang selalu dia khawatikran adalah bukan kebijakanya melainkan pada implementasi dan pengawasannya.

“Karena kita masih belum bisa menurunkan kurva penyebaran. Cuma kendala di Indonesia ini adalah penekananya walaupun pada saat itu India kasusnya sedang tinggi ternyata kita masih saja kebobolan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini