Dear Investor! Beli Saham saat IHSG Melemah, Perhatikan Berikut Ini

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 278 2413629 dear-investor-beli-saham-saat-ihsg-melemah-perhatikan-berikut-ini-SmHD8edY6V.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. Tercatat, IHSG melemah 0,42% atau turun 24,48 poin ke level 5.773,12.

Praktisi Pasar Modal Kefas Evander mengatakan, penurunan IHSG masih dalam kondisi wajar karena saat ini kondisi pasar tidak terlalu ramai setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri.

"Secara volume transaksi juga tidak sebanyak akhir tahun atau awal tahun kemarin. Apalagi ditambah selesai libur panjang lebaran di mana biasanya market cenderung lebih sepi dibanding biasanya," ujarnya pada closing market IDX Channel, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga: Akhir Pekan di Zona Merah, IHSG Ditutup Melemah ke 5.773 

Menurut dia, pergerakan IHSG masih kurang sentimen positif baik dari dalam negeri maupun luar negeri sehingga investor masih cenderung wait and see. Dia memprediksi pergerakan IHSG dalam dua skenario. Skenario pertama jika IHSG mampu rebound pada minggu depan dengan catatan volume transaksi harus kuat. Sementara skenario kedua IHSG akan bergerak melemah ke level 5.300 apabila tidak bisa bertahan di level saat ini yakni 5.700.

"Sekarang ini IHSG di level 5.700 sangat krusial sekali. Jadi opsi saya dalam minggu depan harus lihat dulu market-nya ramai atau tidak, tekanan jualnya masih tinggi atau tidak. Kalau ada tanda-tanda mulai rebound, seharusnya masih bisa melanjutkan penguatan, kisarannya minimal ke level 6.000 dulu," jelasnya.

Dia melanjutkan, saat ini kondisinya agak sulit untuk trading. Namun untuk investasi, penurunan IHSG dianggap sebagai peluang. Apalagi banyak saham bagus yang harganya sudah murah.

"Ini bisa kita lirik sebenarnya. Menurut saya strategi ke depan perhatikan saja emiten-emiten yang punya corporate action seperti right issue, pembagian dividen, dan sebagainya. Biasanya yang lagi ramai ada sentimen positif. Tetapi kalau perusahaannya jarang ada corporate action untuk saat ini agak berat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini