PGN Bakal Pasok Gas Bumi ke Kawasan Industri Kendal dan Batang

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 320 2413672 pgn-bakal-pasok-gas-bumi-ke-kawasan-industri-kendal-dan-batang-EBpBTkHaci.jpg HoA PGN dengan Kawasan Industri. (Foto: Okezone.com/PGN)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) atau PGN melakukan penandatanganan Head of Agreement (HOA) dengan Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Penandatanganan HOA disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury.

Pahala mengatakan, langkah ini merupakan wujud dari dukungan terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional yang terus diupayakan pemerintah lewat pembangunan kawasan industri. Nantinya, perusahaan subholding gas dari Pertamina ini akan menyediakan infrastruktur dan pasokan gas bumi ke KIK dan KITB di Jawa Tengah.

“Sesuai dari arahan Bapak Presiden bahwa Indonesia dalam beberapa tahun mendatang diharapkan untuk bisa tumbuh di atas 5% dan bagaimana Indonesia bisa pulih dari pandemi covid-19,” ujarnya dalam acara penandatanganan HOA, Jumat (21/5/2021).

Menurut Pahala, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, ekonomi Indonesia di beberapa tahun mendatang diharapkan bisa tumbuh di atas 5%. Salah satu langkah untuk memulihkan ekonomi pasca covid-19 adalah dengan menarik membangun kawasan industri.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pengembangan Kawasan Industri Kendal Bisa Pakai APBN

“Salah satu yang akan bisa menjadi pendorong adalah peningkatan dari investasi. Dan salah satu yang menjadi strategi pemerintah untuk bisa mendatangkan investasi adalah membangun sebuah kawasan industri. Khususnya dalam hal ini di kawasan Pantura untuk bisa mengundang investasi ke Indonesia,” jelasnya.

Pahala menambahkan, sebagai tindak lanjut dari penandatanganan HOA ini, PGN bersama KIK dan KITB akan menyusun rencana penyediaan pasokan gas bumi. Termasuk juga infrastruktur pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan energi untuk industri dan pembangkit listrik di KIK maupun KITB.

Saat ini banyak industri yang selain memastikan ketersediaan dan efisiensi energi listriknya, juga memastikan bahwa energi dan listrik disediakan dengan konsep yang lebih ramah lingkungan dan lebih rendah kadar hidrokarbonnya.

Pahala berharap, dengan inisiatif ini kerjasama antara PGN dengan KIK dan KITB, Indonesia akan bisa tumbuh dan mengundang investasi dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: Pabrik Kaca Bakal Dibangun di KIT Batang, Jokowi: Terbesar di Asia Tenggara

“Nantinya kita akan berkoordinasi dengan KPUPR untuk memastikan bahwa pipa atau tersedianya jaringan antara Batang dan Semarang yang menjadi persyaratan untuk bisa melakukan transmisi dari sumbernya salah satunya Jambaran Tiung Biru,” kata Pahala.

Sementara itu, Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto mengatakan, pihaknya akan menyediakan pasokan gas bumi beserta infrastruktur pendukungnya berupa gas pipa, Compressed Natural Gas (CNG), Liquified Natural Gas (LNG) untuk kebutuhan energi industri dan komersial di KIK dan KITB.

“Kedua HOA ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan kepastian kepada calon investor di KIK maupun KITB atas jaminan ketersediaan pasokan gas bumi. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya saing iklim investasi di kawasan industri maupun industri di Indonesia pada umumnya,” kata Haryo.

Haryo menjelaskan, Jawa Tengah, sebagai provinsi berpenduduk terbanyak ketiga di indonesia, memerlukan lapangan pekerjaan yang terus bertumbuh untuk menggerakkan perekonomian daerah. Melalui pengembangan Kawasan Industri di Kendal dan Batang, diharapkan pertumbuhan perekonomian tersebut dapat terus berkelanjutan.

Apalagi, Jawa Tengah memiliki potensi geografis yang menguntungkan, karena diapit oleh dua provinsi besar yang kaya akan pasokan dan pasar gas. Selain itu, Jawa Tengah juga merupakan tujuan dari dua pipa transmisi yaitu Pipa Transmisi Gresik-Semarang dan Pipa Transmisi Cirebon Semarang.

“Layanan gas bumi ke KI Kendal dan KIT Batang juga menjadi milestone baru bagi PGN untuk membuka pasar baru di Jawa Tengah. Kedua kawasan industri tersebut sebagai pasar pontensial gas bumi, semoga terus bertumbuh sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya Haryo.

Haryo melanjutkan, demand gas di wilayah KIK maupun KITB diproyeksikan cukup besar. Perseroan terus berkoordinasi secara intensif dengan KIK dan KITB mengenai total demand gas yang potensial akan digunakan.

Termasuk profil kawasan, ketersediaan lahan dan fasilitas eksisting yang diperlukan, kebutuhan energi sebagai bahan bakar atau bahan baku, pembangkit listrik, industri, dan data-data pendukung lainnya akan dikaji bersama secara komprehensif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini