Wall Street Ditutup Bervariasi pada Akhir Pekan Perdagangan

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 22 Mei 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 278 2413839 wall-street-ditutup-bervariasi-pada-akhir-pekan-perdagangan-QKi3MqWlf6.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan minggu ini. Dari tiga indeks utama, hanya Dow Jones Industrial Average yang menguat, karena kekhawatiran inflasi membayangi data pertumbuhan lainnya.

Dow Jones bisa menguat ditopang oleh industri kelas berat seperti Boeing dan Caterpillar Inc. Boeing melonjak 3,1% karena sumber industri mengatakan bahwa pembuat pesawat tersebut menyusun rencana awal untuk meningkatkan produksi 737 MAX sebanyak 42 jet pada musim gugur 2022.

Dow Jones juga mendapat dorongan dari Goldman Sachs, dan JP Morgan. Sedangkan pada indeks S&P 500 turun 0,08% menjadi 4.155,86 atau menjadi penurunan indeks mingguan kedua berturut-turut.

Baca Juga: 3 Indeks Utama Wall Street Kompak Melemah

Analis memperkirakan rotasi perdagangan akan terus berlanjut dengan peluncuran vaksin dan pembukaan kembali ekonomi.

“Begitu kita mencapai paruh akhir tahun 2021,kami berharap untuk melihat rotasi yang lebih besar dari saham teknologi ke saham yang lebih bersiklus dan defensif karena pemulihan mengambil bentuk yang lebih besar,” kata Kepala Eksekutif AXS Investments, Greg Bassuk, dilansir dari Reuters, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga: Wall Street Akhirnya Menguat Ditopang Saham Google hingga Apple

Menguatnya data ekonomi memberi tekanan pada saham-saham pertumbuhan yang kemungkinan besar akan terpengaruh potensi kenaikan suku bunga. Seperti data IHS Markit menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada Mei di tengah permintaan domestik yang kuat, tetapi masalah pekerjaan yang belum selesai membuat produsen berjuang untuk mendapat bahan baku dan tenaga kerja.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite mengakhir perdagangan Jumat turun 64,75 poin atau 0,48% menjadi 13.470,99. Meskipun melemah, Nasdaq berhenti dari penurunan empat minggu berturut-turut karena investor berputar di sekitar saham mega-kapitalisasi yang baru-baru ini mengalami pukulan terbesar karena kekhawatiran inflasi.

“Investor harus mengubah pola pikir dan memahami bahwa teknologi akan menjadi perdagangan yang lebih lama sekarang. Mereka tidak mungkin melihat peningkatan 20% di Apple dalam beberapa bulan mendatang," kata Kepala Ivestasi Defiance ETFs, Sylvia Jablonski.

Secara keseluruhan, total volume perdagangan di Bursa AS mencapai 9,08 miliar saham. S&P 500 membukukan kenaika 25 dan tidak ada posisi terendah baru, Komposit Nasdaq mencatat 119 tertinggi baru dan 34 terendah baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini