Share

Tawarkan Karyawan Pensiun Dini, Ternyata Begini Keuangan Garuda

Aditya Pratama, iNews · Sabtu 22 Mei 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 320 2413953 tawarkan-karyawan-pensiun-dini-ternyata-begini-keuangan-garuda-E59ZLGqXRk.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Karyawan Garuda Indonesia ditawarkan program pensiun dini oleh Manajemen perseroan. Lantas ada apa dengan keuangan PT Garuda Indonesia sehingga program tersebut harus di keluarkan>

Emiten dengan kode GIAA itu terakhir kali menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2021 yang berakhir September. Sepanjang Januari-September 2021, perseroan membukukan pendapatan usaha USD1,14 miliar atau setara Rp16 triliun turun 68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD3,54 miliar dolar AS.

Penurunan pendapatan terjadi pada penumpang dan kargo. Pendapatan dari penumpang turun 71% menjadi USD736 juta dan kargo turun 26% menjadi USD180 juta. Pendapatan Garuda dari penerbangan charter naik hampir 4 kali lipat menjadi USD47 juta. Sementara dari haji turun 100% alias 0 dari sebelumnya USD294 juta.

Baca Juga: Tawarkan Pensiun Dini, Garuda: Langkah yang Harus Diambil untuk Bertahan

Penurunan aktivitas bisnis terlihat pada penurunan beban usaha dari USD3,28 miliar menjadi USD2,24 miliar. Bahan bakar yang menjadi salah satu komponen beban terbesar turun hingga 64% menjadi USD322 juta.

Alhasil, Garuda mencatatkan rugi bersih USD1,07 miliar atau Rp15 triliun. Padahal pada periode yang sama 2019, perseroan membukukan laba bersih USD122 juta.

Sementara itu, aset Garuda melonjak dari USD4,45 miliar menjadi USD9,90 miliar. Kenaikan aset disebabkan oleh aset tidak lancar, khususnya aset tetap yang naik dari USD1,14 miliar menjadi USD6,86 miliar.

Baca Juga: Garuda Indonesia Tawarkan Karyawan Pensiun Dini

Liabilitas Garuda juga naik tajam dari USD3,73 miliar menjadi USD10,36 juta. Kenaikan berasal dari liabilitas sewa pembiayaan yang mencapai USD4,27 miliar dan liabilitas estimasi biaya pengembalian dan pemeliharaan pesawat USD1,07 miliar.

Sementara ekuitas Garuda hingga 30 September 2021 minus USD455 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang plus USD720 juta. Ekuitas negatif tersebut membuat Garuda mendapatkan notasi khusus dari BEI.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagai informasi, Garuda Indonesia menawarkan pensiun dini kepada karyawan. Langkah ini dilakukan karena kinerja keuangan maskapai yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

"Ini merupakan langkah berat yang harus ditempuh perusahaan. Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukan titik terangnya di masa pandemi Covid-19 ini," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Jumat (22/5/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini