Skema Kenaikan PPN, Begini Pengakuan Sri Mulyani

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 320 2414929 skema-kenaikan-ppn-begini-pengakuan-sri-mulyani-FUqaG3kdGC.png Sri Mulyani (Foto: Instagram/@smindrawati)

JAKARTA - Ada beberapa skema dalam rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Skema ini masuk ke dalam perubahan sistem Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari single tarif menjadi multi-tarif.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, nantinya akan ada sektor yang dikenakan PPN maupun sektor yang tidak dikenakan. Menurutnya, rencana penerapan multi-tarif ini akan menyesuaikan dengan kepentingan pemerintah dalam mengenakan pajak untuk sektor-sektor tertentu.

Baca Juga: Bu Sri Mulyani, Ini yang Akan Terjadi jika Tarif PPN Naik 

Adapun, rencana perubahan skema tarif PPN juga sudah termuat dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2022. Dokumen itu juga memuat rencana pemerintah mengurangi pemberian fasilitas PPN

"Ini untuk asas keadilan pajak, melihat PPN jadi sangat penting dari sisi keadilan atau jumlah sektor yang tidak tidak dikenakan atau harus dikenakan. Ada multitarif yang akan menggambarkan kepentingan afirmasi," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (24/5/2021).

Sri Mulyani menjelaskan nantinya fasilitas PPN akan diberikan tarif yang lebih rendah untuk barang/jasa tertentu. Sementara itu, barang-barang yang dianggap mewah akan dikenakan tarif PPN yang lebih besar. Dengan begitu tarif PPN 10% tidak akan lagi diberlakukan.

"Untuk PPN final bisa dilakukan untuk barang/jasa tertentu. Ini untuk membuat kita rezim PPN lebih comparable dan kompetitif dibandingkan negara lain," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini