Menaker: Alhamdulillah Kita Bisa Menurunkan Pengangguran 950 Ribu Orang

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 320 2415015 menaker-alhamdulillah-kita-bisa-menurunkan-pengangguran-950-ribu-orang-niWTuCAQWe.jpg Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Okezone.com/Dok. Kemnaker)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan mengklaim angka pengangguran terbuka Indonesia mengalami penurunan per Februari 2021. Ini menjadi salah satu capaian positif mengingat pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, jumlah pengangguran terbuka Indonesia mengalami penurunan sekitar 950 ribu orang pada Februari 2021. Di mana pada Agustus 2020 lalu, jumlah pengangguran terbuka Indonesia berada di angka 9,7 juta akibat pandemi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia kerja Indonesia pada Februari 2021 berjumlah 205,36 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 139,81 juta atau 68,08 persen adalah angkatan kerja.

Baca Juga: Sri Mulyani Curhat soal Pengangguran dengan Menlu Singapura

Dengan rincian 131,06 juta atau 93,74% berstatus bekerja. Sementara 8,75 juta atau 6,26% berstatus penganggur terbuka. Kemudian 59,62% berstatus pekerja informal dan sebagian besar berpendidikan maksimal SD ke bawah atau sekitar 40,38%.

Meskipun begitu, tingkat pengangguran tertinggi justru berpendidikan SMK sebanyak 11,45%, diikuti SMA 8,55%, universitas 6,97% dan diploma 6,61%. Sementara tingkat pengangguran berpendidikan SMP hanya 5,87% dan maksimal SD hanya 3,13%.

Baca Juga: Mengejutkan! Kenaikan Pengangguran di RI Kini Lebih Banyak dari Orang Miskin

"Pengangguran terbuka kita dibandingkan Agustus 2020 menurun, Agustus 2020, akibat pandemi pengangguran kita 9,7 juta. Alhamdulillah dengan segala cara kita bisa menurunkan pengangguran kita berkurang 950 ribu," ujarnya dalam keteranganya, Selasa (25/5/2021).

Menurut Ida, pihaknya terus melakukan beberapa langkah untuk mengatasi ketidakcocokan antara kebutuhan industri dan kemampuan pekerja. Salah satunya adalah dengan transformasi balai latihan kerja (BLK) dan link and match ketenagakerjaan.

Menurut Ida, dua kebijakan untuk mengatasi mismatch ketenagakerjaan tahun 2020-2024 yaitu yang pertama transformasi Balai Latihan Kerja. Di mana arah kebijakannya adalah dengan mengubah secara total BLK sebagai Balai Pelatihan Vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan intenasional.

“Transformasi BLK dilakukan dengan reformasi kelembagaan, sampai reorientasi SDM untuk meningkatkan kualitas layanan BLK. Kita optimalkan potensi kapasitas latih UPTP, UPTD, dan BLK Komunitas kepada 483.991 orang per tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dengan sebaran di seluruh Indonesia," jelas Ida.

Kebijakan yang kedua yaitu Link and Match Ketenagakerjaan. Di mana arah kebijakannya adalah dengan membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja dalam sebuah bisnis proses yang utuh dan efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan permintaan pasar kerja.

“Kita terapkan strategi mengintegrasikan sistem pelatihan, sertifikasi, dan penempatan, yaitu pengembangan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia indsutri (DuDi)," kata Ida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini