Wall Street Tak Berdaya setelah Investor Fokus pada Inflasi AS

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 278 2415615 wall-street-tak-berdaya-setelah-investor-fokus-pada-inflasi-as-LDWxve4csD.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa. Masing-masing indeks utama Wall Street pun gagal menguat karena para investor terus mencoba dan menilai laju inflasi.

Laju inflasi sebenarnya terkendali setelah imbal hasil obligasi AS turun dalam empat hari berturut-turut dengan patokan imbal hasil 10-tahun mencapai level terendah di 1,557% atau lebih rendah karena sebelumnya naik hingga 1,776% pada akhir Maret.

Menurut Wakil Ketua Fed Richard Clarida, bank sentral dapat mengambil langkah-langkah untuk menjaga laju inflasi. Hal ini penting dalam menjaga pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Meski sebagian besar pelaku pasar mengharapkan harga-harga meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi. Kekhawatiran tentang kecepatan dan laju kenaikan inflasi tetap ada.

Baca Juga: Saham-Saham Teknologi Naik, Wall Street Ditutup Menguat

"Obligasi tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan inflasi saat ini. Ini adalah kombinasi yang mungkin The Fed benar, tetapi juga bahwa The Fed untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa mereka mulai berbicara tentang tapering (pembelian obligasi), yang juga merupakan tanda bahwa masih ada detak jantung yang memerangi inflasi di Federal Reserve," ujar Kepala Strategi Investasi The Leuthold Group, Jim Paulsen, dilansir dari Reuters, Rabu (26/5/2021).

Dow Jones Industrial Average turun 81,52 poin atau 0,24% menjadi 34.312,46. S&P 500 kehilangan 8,92 poin, atau 0,21% menjadi 4.188,13 dan Nasdaq Composite turun 4,00 poin, atau 0,03% menjadi 13.657,17.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi pada Akhir Pekan Perdagangan

Sektor energi menjadi Indeks terlemah dengan penurunan hingga 2,04%, Exxon Mobil Corp turun 2,26% sebagai beban terbesar pada Indeks S&P 500.

Sedangkan pada sektor Real estat, saham-Saham di dalamnya naik 0,31%. Data menunjukkan penjualan rumah di AS turun pada April karena harga melonjak di tengah ketatnya pasokan rumah.

Sementara laporan terpisah menunjukkan kepercayaan konsumen AS sedikit berubah dan mendekati angka bulan lalu yang merupakan pembacaan tertinggi sejak Februari 2020.

Saham maskapai penerbangan naik setelah United Airlines dan Hawaiian Holdings mengeluarkan perkiraan lalu lintas udara yang optimis dan perkiraan penjualan tiket. Saham keduanya masing-masing naik 1,50% dan 3,59%.

Boeing naik 1,39% setelah bisnis penyewaan pesawat SMBC Aviation Capital setuju untuk membeli 14 lagi jet 737 MAX.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini