Suntik Gojek Rp6,3 Triliun, Apa Alasan Telkom?

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 278 2415744 suntik-gojek-rp6-3-triliun-apa-alasan-telkom-SFuLXCcfAp.jpg Gojek (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah melakukan penambahan investasi kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Adapun investasi tambahan tersebut sebesar USD300 juta.

VP Investor Relations Telkom Indonesia, Andi Setiawan mengatakan, pada tanggal 21 Mei 2021, Telkomsel, anak perusahaan dari Telkom telah melakukan investasi tambahan kepada Gojek senilai USD300 juta. Transaksi tersebut dilakukan melalui penambahan penyertaan modal Telkomsel pada Gojek.

Baca Juga: Ada GoTo, Mitra Driver Berharap Order Makin Gacor

"Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Telkomsel untuk mendukung bisnis digital yaitu, Digital Connectivity, Digital Platform dan Digital services," ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/5/2021).

Dia menambahkan, transaksi tersebut menjadi momentum dalam mendorong integrasi ekosistem Telkomsel dan Gojek untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mitra serta menghadirkan lebih banyak solusi yang mampu mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

"Selain itu Transaksi tersebut juga sejalan dengan peran Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses platform daring yang lebih dekat, customer centric, dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat," kata dia.

Baca Juga: Baru Dibentuk, KPPU Langsung Pelototi GoTo

Dengan transaksi ini, terhitung sejak terpenuhinya segala syarat atau kondisi berdasarkan setiap perjanjian sehubungan dengan penambahan investasi yang relevan serta ditandatanganinya dokumen terkait, maka Telkomsel akan memiliki tambahan investasi di Gojek sebesar 300 juta dolar AS sehingga total investasi Telkomsel di Gojek sebesar USD450 Juta atau setara Rp6,3 triliun dengan kurs Rp14.300.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini