Share

'Raksasa' Giant Tumbang, Cek 6 Fakta yang Harus Tutup Seluruh Gerai

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 320 2415749 raksasa-giant-tumbang-cek-6-fakta-yang-harus-tutup-seluruh-gerai-sfCOREs6yk.jpg Semua Giant Bakal Ditutup. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk akhirnya mengeluarkan keputusan berat untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia mulai Juli 2021. Berikutnya Perseroan mengaku akan mengalihkan fokus bisnisnya untuk pengembangan gerai IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Simak fakta-fakta penutupan gerai hypermarket Giant yang dikumpulkan Okezone;

1. Kisah Giant Berakhir Permanen di Bulan Juli 2021

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall mengatakan rencananya akan mengkonversi hingga lima gerai Giant menjadi IKEA demi menambah minat pelanggan. Sedangkan Gerai Giant lainnya dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021. “Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, sebuah tren yang juga terlihat di pasar global," ucap Patrik baru-baru ini.

Penutupan permanen gerai Giant sudah dimulai sejak awal tahun ini akibat pandemi covid19 salah satunya gerai Giant di Margo City, Depok. Gerai tersebut tutup permanen pada Maret 2021 lalu.

2. Pilihan Antara Menjual atau Mengkonversi Terus Dikaji

Pihak Hero Supermarket masih melakukan negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga.

Selain itu Hero Supermarket juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket ataupun IKEA.

Patrick meyakini ke depan sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.

Baca Juga: HERO Tutup Seluruh Gerai Giant, Nasib Karyawannya Bagaimana?

3. Kesedihan Pelanggan dan Karyawan Ramai di Sosmed.

Penutupan semua gerai ritel Giant tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Salah satunya dari unggahan video TikTok oleh salah seorang karyawan Giant @shinta84.66, Selasa (25/5/2021).

"akhirnya semua berakhir...RAKSASA tumbang #giantclosing #giant #tutuptoko #closingstore," tulis @shinta84.66 dalam keterangan video.

Dalam video tersebut, terlihat karyawan Giant tengah berkumpul dan menyimak pengumuman dari manajemen perusahaan.

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Seluruh Gerai Giant Ditutup Akhir Juli 2021

4. Nasib Karyawan Jadi Prioritas Perusahaan

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall mengucapkan terima kasih kepada karyawan dan pelanggan, serta mitra bisnis yang telah mendukung bisnis Giant selama ini. Patrick juga memastikan bahwa proses komunikasi dengan seluruh karyawan yang terdampak oleh perubahan ini akan berlangsung dengan baik, serta memastikan proses yang adil bagi seluruh mitra bisnis.

Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi dirinya percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk. dan para karyawan yang berada di bawah naungan perusahaan.

5. Sektor UMKM Tidak Terdampak Signifikan

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan berharap penutupan tersebut tidak merambat dan memengaruhi sektor-sektor lainnya, terutama yang berkaitan dengan penyaluran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Namun Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun membantah penilaian tersebut. Menurutnya UMKM tidak diuntungkan secara signifikan ke jaringan ritel modern khususnya hypermarket. Karena konsep konsinyasi titip dengan durasi berbulan-bulan sehingga tidak mungkin ini disanggupi cashflow level UMKM.

6. Belajar Strategi Bisnis dari Pengalaman Giant

Tutupnya bisnis supermarket Giant adalah bukti fenomena yang disebut keruntuhan dari asset-heavy company. Asset heavy berarti perusahaan pengumpul aset fisik dan memiliki over head cost tinggi.

Seminggu ini ada 3 peristiwa korporasi yang bisa ditarik benang merahnya. Tiga peristiwa itu mulai dari Bank BNI yang menutup 96 kantor cabangnya di tahun ini. Lalu Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air yang menawarkan pensiun dini kepada karyawannya. Garuda bahkan akan memangkas armadanya menjadi hanya separuhya. Dan yang terakhir, Hero Group akan menutup seluruh Giant supermarket akhir Juli 2021. "Sebelum pandemi mereka sudah meradang 1,5 tahun ini. Selama 3 tahun terakhir ini kita menghadapi triple disruption sekaligus yaitu digital disruption, millennial disruption, dan yang paling berbahaya pandemic disruption. Ini membuat cashflow mereka tidak kuat untuk bangkit di masa pemulihan ekonomi ini sehingga terpaksa ditutup," ujar pengamat bisnis Yuswohady.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini