Harga Kedelai Naik Lagi, Pengrajin Tahu-Tempe Mogok Lagi?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 320 2416199 harga-kedelai-naik-lagi-pengrajin-tahu-tempe-mogok-lagi-JrNwo7UwIm.jpg Kacang Kedelai (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan memprediksi harga kedelai dunia masih mengalami kenaikan ditahun ini. Hal itu disebabkan tren pertumbuhan harga kedelai global pada pertengahan bulan Mei yang berada dikisaran Rp10.084 per kilogram, meningkat 11.2% dibandingkan dengan April 2021.

Direktur Jendaral Perdaganagan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai global tersebut ikut membuat harga kedelai ditingkat pengrajin tahu dan tempe mulai bergerak dikisaran Rp10.500 per kilogram.

Oleh karena itu, pihak Kemendag akan memastikan untuk terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia baik saat terjadi penurunan maupun kenaikan harga.

“Langkah ini bertujuan untuk memastikan harga kedelai ditingkat pengrajin dan ditingkat pasar tahu dan tempe berdada pada level yang sewajarnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Menanti Efek Lebaran ke Sektor Perdagangan RI

Nurwan menginfokan bahwa Pemerintah akan menghimbau kepada para importir agar dapat memotong rantai distribusi dengan menyalurkan langsung kepada industri pengrajin khususnya daerah, kota, dan kabupaten yang dekat dengan lokasi gudang importir atau pihak distributor guna mendapatkan harga terjangkau ditingkat pengrajin.

Baca Juga: Perjanjian RCEP Dimulai 1 Januari 2022, Kemendag Rangkul Pengusaha

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin menjelaskan sistem perdagangan kedelai yang dianut oleh Indonesia adalah sistem perdagangan bebas, maka berlaku juga untuk pasar di dunia. Maka dari itu, harga kedelai yang diterima di Indonesia yang biasanya tahun 2020 harga kedelai Rp7000, tiba-tiba melompat menjadi Rp8.500 di akhir tahun.

Tambahnya, dia menganjurkan, Pemerintah perlu melakukan operasi pasar kepada produsen tempe dan tahu Indonesia melalui Kementerian Pertanian. Harga yang dipatok diusahakan landing dijual kepada distributor tempe tahu sebesar Rp8.500.

Dari naiknya harga tahu tempe, menyebabkan kerugian dari berbagai pihak. Aip menegaskan, pengrajin tahu tempe dari 160 ribu pabrik rumahan lah yang paling terpuruk. Karena dari 3 juta ton kedelai tiap tahun, 99% dipakai untuk membuat tempe dan tahu.

Lanjutnya, Gakoptindo mendesak Pemerintah untuk membantu para pengrajin tahu tempe dengan menaikkan harga sehingga nasib hidup petani dapat sejahtera.

Kedepannya, Gakoptindo mengusulkan dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, Pemerintah harus tingkatkan produksi kedelai lokal serta mencari bibit unggul supaya produksi kedelai bisa meningkat dibandingkan dengan kedelai impor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini