Gubernur BI: Ini Waktunya Berinvestasi Lebih Banyak Lagi di Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 320 2416391 gubernur-bi-ini-waktunya-berinvestasi-lebih-banyak-lagi-di-indonesia-3t6CCeW3cs.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak semua pihak untuk berinvestasi di Indonesia. Terlebih lagi, Indonesia sedang bergerak menuju pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kedepannya.

"Ini adalah waktunya berinvestasi, dan berinvestasi lebih banyak lagi di Indonesia. Ada alasan penting mengapa Anda perlu berinvestasi di Indonesia," ujar Perry Dalam Indonesia Investment Forum 2021 di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Alasan utamanya adalah optimisme pemulihan ekonomi nasional Indonesia. BI sendiri memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan positif, tidak negatif, di kisaran 4,1-5,1%.

Baca Juga: Uang Beredar Meningkat 11% Capai Rp6.957 Triliun

"Memang ekonomi kami sempat terkontraksi tahun lalu, tetapi kondisi ekonomi Indonesia lebih baik daripada negara lain," terang Perry.

Dia mengatakan, sumber pertumbuhan ini berasal dari performa ekspor yang kuat. Saat ini, investasi di Indonesia sedang meningkat, tetapi juga diiringi dengan konsumsi, dari swasta dan juga stimulus yang terus digelontorkan baik moneter dan fiskal.

Baca Juga: Biayai APBN, BI Borong SBN Rp108 Triliun

"Stabilitas makro kami lebih baik, inflasi, rasio nilai tukar stabil, dan juga stabilitas sistem keuangan sedang dalam kondisi yang kuat. Kedepannya kami akan kembali ke target pertumbuhan ekonomi jangka panjang mencapai 7%," tambahnya.

Dia menyebutkan, dalam 5 tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali ke angka 5% berdasarkan track record tahun-tahun sebelumnya.

"Ini alasan utama, optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia resilien dalam jalan menuju pemulihan, termasuk 16 sektor yang dipresentasikan di forum ini," pungkas Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini