Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji Kecil

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 622 2416237 cara-mengatur-keuangan-pribadi-dengan-gaji-kecil-Du7FKuGk2h.jpg Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Cara mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil bisa dibilang tak susah. Banyak orang beralasan uang pemasukannya tidak bisa mencukupi keperluan yang harus dipenuhi. Tapi sebenarnya, yang dibutuhkan adalah menerapkan financial planning dan menghargai uang mulai dari nominal terkecil.

Praktisi Konsultan Bisnis Dewa Eka Prayoga mengingatkan pentingnya ilmu financial planning untuk menghargai uang-uang receh. Menurutnya dengan menghargai uang receh akan membantu kita mengelola uang nominal besar. "Dulu saya mulai usaha bisa panik kalau ada uang Rp 500 yang hilang. Seluruh pendapatan biasanya saya bagi dalam amplop amplop sesuai tujuan. Jadi saya sangat menghargai uang dengan membuat rencana keuangan yang lebih matang," ujar Dewa dilansir dari akun YouTube @dewaekaprayoga (27/5/2021).

Baca Juga: Coba Diperiksa! Ini 9 Tanda Miliki Utang Terlalu Banyak

Menurutnya banyak orang ingin sukses besar tapi belum bisa kelola uang kecil. Ini khususnya bagi yang masih punya income Rp 5 juta ke bawah.

"Saya yakin kalau orang sukses hargai uang kecil, dia akan menghargai uang lebih banyak," tambahnya.

Dirinya mempunyai prinsip kalau mendapatkan uang itu penting maka mengelola uang jauh lebih penting. Dampaknya adalah pada sikap bila dapat Income dan bagaimana mengelola duitnya. "Banyak yang fokus ke pemasukan dibandingkan pengeluaran. Padahal dari teori finansial yang penting itu alokasi pengeluaran. Karena kontrolnya ada pada kita. Mau beli apa aja atau kegiatan apa saja," lanjutnya.

Baca Juga:  6 Tips Meminjamkan Uang ke Keluarga Tanpa Menimbulkan Konflik

Karena itu dia membagi ada empat pos pengeluaran uang yaitu untuk Living, Saving, Investasi, dan Giving. Strateginya dengan mengatur persentase mengikuti berapa jumlah uang pemasukan setiap orang.

Untuk living atau kebutuhan hidup berarti kebutuhan terbagi primer, sekunder, dan tersier. Berikutnya saving artinya tabungan. Kemudian untuk investasi bisa ke money market atau sektor riil. Sementara giving berarti zakat infaq sedekah.

"Berapa persentase tentukan di awal pengeluaran untuk apa saja," tambahnya.

 

Untuk dirinya sendiri dia membagi kategori pemasukan Rp1 juta hingga Rp10 juta maka dia mengalokasikan porsi sebesar 20% untuk Living, 0% untuk Saving, 30% untuk Investasi, dan 50% untuk Giving. "Saya secara pribadi ekstrim taruh 50% untuk zakat infaq sedekah. Silahkan buat sesuai kondisi masing-masing," jelasnya.

Berikutnya untuk pemasukan Rp11 juta hingga Rp50 juta bisa mengalokasikan 15% untuk Living, 5% untuk Saving, 30% untuk Investing, dan 50% untuk Giving. Berikutnya untuk pemasukan

Rp51 juta hingga Rp100 juta maka sebesar 15% untuk Living, lalu 5% untuk Saving, 30% untuk Investing, dan 50% untuk Giving. Terakhir untuk pemasukan di atas Rp100 juta dibagi 5% untuk Living, 10% Saving, 30% untuk Investing, dan 50% untuk Giving.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini