Garuda Indonesia Punya Utang Rp70 Triliun, Bisa Lunas?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 278 2416675 garuda-indonesia-punya-utang-rp70-triliun-bisa-lunas-sRtbFVQP3W.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk punya utang hingga Rp70 triliun. Kondisi keuangan ini diperparah dengan cash flow perusahaan yang kian memburuk akibat pandemi Covid-19.

Dengan besarnya utang, Manajemen Garuda masih optimis pinjaman tersebut dilunasi. Sikap itu dibarengi sejumlah langkah inisiatif yang disiapkan perseroan.

Baca Juga: Keuangan Garuda Indonesia Berdarah-darah, Muncul Opsi Likuidasi

"Untuk penyelesaian utang perseroan, saat ini telah dan terus melakukan upaya-upaya dalam rangka memastikan risiko solvabilitas dapat dimitigasi dengan sebaik-baiknya," tulis surat balasan Garuda kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat, (28/5/2021).

Adapun langkah strategi Garuda Indonesia adalah melakukan negosiasi dengan lessor pesawat, menjalankan restrukturisasi utang usaha, termasuk terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta mitra usaha lainnya, hingga mengoptimalkan negosiasi langkah restrukturisasi pinjaman perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

"Seluruh upaya yang dilakukan oleh perseroan pada prinsipnya dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi kinerja dan likuiditas perseroan yang berdampak signifikan imbas situasi pandemi Covid-19," lanjut surat tersebut.

Baca Juga: Garuda Indonesia Buka-bukaan ke BEI soal Pensiun Dini Karyawan

Selanjutnya, perusahaan terus berupaya meningkatkan kegiatan operasional penerbangan sepanjang 2021. Skema ini dibarengi dengan langkah pengelolaan sejumlah lini bisnis potensial untuk mendukung peningkatan pendapatan usaha dengan sejumlah inisiatif.

Misalnya, memaksimalkan kerja sama dengan mitra usaha guna mendorong peningkatan pendapatan, meluncurkan program promosional berupa Garuda Eco Lite, Garuda Online Travel Fair dan Thank God Its Friday serta berbagai program promosional lainnya.

Pembukaan penerbangan langsung khusus kargo, pengoperasian pesawat passenger freighter, optimalisasi layanan charter Kargo, pengembangan layanan pengiriman barang “Kirim Aja” berbasis aplikasi digital.

Sejalan dengan optimalisasi bisnis cargo, perusahaan juga berencana untuk memperbesar porsi pendapatan usaha dari lini bisnis Cargo hingga 40% dari sebelumnya 10% hingga 15%.

Perihal informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan dan mempengaruhi harga saham perusahaan, menurut manajemen, sampai saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian penting yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan harga saham Garuda Indonesia.

"Adapun lebih lanjut, perseroan akan melakukan pemenuhan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana diatur dalam ketentuan terkait," bunyi surat itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini