WFB, Ketua OJK Sudah Bekerja dari Bali

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 320 2416873 wfb-ketua-ojk-sudah-bekerja-dari-bali-QJLZZEzTPy.jpg Ketua OJK Wimboh Santoso (Foto: Okezone)

JAKARTA - Beberapa pegawai negeri sipil (PNS) sudah memulai untuk bekerja di Bali. Salah satunya terlihat pada Ketua OJK Wimboh Santoso yang juga telah bekerja di Bali.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menggerakkan pariwisata, salah satunya melalui program Work from Bali.

"Selama beberapa hari ini saya mencoba untuk melakukan pekerjaan seperti biasanya namun dilakukan dari Bali," kata Wimboh di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Selama kunjungan ini dirinya bertemu dan berdiskusi dengan perwakilan Bank Himbara dan LPEI di Bali untuk merumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar ekonomi Bali cepat bangkit kembali.

Baca Juga: Menikmati Work from Bali dengan Hemat dan Nyaman

"Seiring dengan telah dimulainya program vaksinasi sebagai game changer dan berbagai stimulus yang telah dikeluarkan OJK bersama Pemerintah, penyaluran kredit di Bali menunjukkan hasil positif secara yoy mencapai 0,54% atau tumbuh menjadi Rp93,6 Triliun, di tengah kredit secara nasional yang masih terkontraksi," katanya.

Baca Juga: Rencana Work From Bali, Tak Ada Pengaruh untuk PNS

Penyaluran kredit pariwisata baru di Bali dari Bank Himbara dan BPD pada periode Maret 2020 sampai April 2021 mencapai sebesar Rp511,61 Miliar dari total pengajuan kredit sebesar Rp890,47 Miliar. Untuk menunjang ekonomi Bali yang selama ini tergantung pada sektor pariwisata, OJK mendorong potensi lokal lain di samping pariwisata untuk menjadi pilar baru perekonomian Bali, seperti budidaya lobster, agrobisnis, dan hasil kerajinan. Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dapat dimaksimalkan untuk peluang ekonomi baru.

Melalui kebijakan stimulus restrukturisasi OJK, industri perbankan telah memberikan restrukturisasi terhadap 81% kredit perbankan terdampak Covid-19 dengan jumlah outstanding kredit mencapai Rp27,99 triliun di Bali. Peran LPEI dalam memberikan program penjaminan kredit diharapkan dapat lebih memberikan ruang tersalurkannya kredit/pembiayaan untuk industri pariwisata Bali.

Ke depan, OJK akan terus mengimbau sektor jasa keuangan di Bali, LPEI serta industri jasa keuangan lainnya untuk terlibat dan mengambil peran lebih besar dalam upaya pemulihan ekonomi Bali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini