Ribut Buruh Vs Indomaret soal THR Berujung Boikot, Kemnaker Jadi 'Wasit'

Michelle Natalia, Jurnalis · Sabtu 29 Mei 2021 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 320 2417109 ribut-buruh-vs-indomaret-soal-thr-berujung-boikot-kemnaker-jadi-wasit-IBcCklTJJr.jpg Indomaret (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan memfasilitasi pertemuan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan ketenagakerjaan di PT Indomarco Prismatama atau Indomaret di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat 28 Mei 2021.

Kemnaker berharap pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan ketenagakerjaan di PT Indomarco Prismatama tersebut untuk mengedepankan asas musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan masalah ini.

“Kemnaker melalui Ditjen PHI dan Jamsos telah melakukan fasilitasi dengan mempertemukan manajemen Indomarco dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, untuk bersama-sama mencari solusi dan jalan terbaik dengan mengedepankan iktikad baik, untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis dan kondusif,” kata Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri di Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

Baca Juga: Heboh Buruh Ancam Boikot Produk Indomaret Gegara Kasus THR, Begini Kronologinya 

Putri mengatakan, dalam audiensi tersebut, pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan antar pihak maupun masyarakat.

“Kami mengimbau dan meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan melakukan dialog bipartit untuk menyelesaikan masalah yang terjadi,” katanya.

Baca Juga: Produk Mau Diboikot, Indomaret Klaim Sudah Bayar THR 2020 

Putri menambahkan, melalui pertemuan ini, kedua belah pihak telah menyatakan komitmennya untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dan menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Respon dari kedua belah pihak adalah mereka akan berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Memang butuh waktu, tapi kita harus kedepankan semangat dialog secara bipatit antara kedua belah pihak,” katanya.

Putri juga meminta seluruh pihak untuk terus memupuk dialog sosial antara manajemen dengan SP/SB sebagai instrumen untuk bertukar pikiran dan mempererat kebersamaan. Dialog sosial jangan hanya dilakukan manakala ada permasalahan saja.

“Situasi pandemi Covid-19 ini telah membawa kita pada kondisi yang sulit. Oleh karenanya, kita harus bersatu, saling memahami, dan saling mendukung agar kita dapat bertahan dan keluar dari situasi ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini