Wamendag Sebut Buton Punya 'Harta Karun' Potensi Ekspor

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 320 2418005 wamendag-sebut-buton-punya-harta-karun-potensi-ekspor-QyCZ3Reji3.jpg Wamendag Jerry Sambuaga. (Foto: Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai Buton punya banyak produk unggulan untuk dieskpor. Hal ini dikatakan Jerry saat mengunjungi wilayah bekas Kesultanan Buton.

Produk pertanian dan perkebunan Buton yang cukup menonjol saat ini adalah jambu mete dan kelapa. Produk jambu mete banyak diekspor ke Vietnam.

Sementara produk kelapa masih belum termanfaatkan secara optimal. Selain itu ada banyak potensi kelautan dan perikanan dari daerah itu.

Baca Juga: Singapura-Malaysia Lockdown, Bagaimana Nasib Ekspor RI?

“Produk-produk unggulan Buton perlu didukung dengan menciptakan ekosistem dan mata rantai perdagangan yang bagus. Tujuannya agar ada kepastian soal harga yang bagus dan kelangsungan pasokan itu sendiri,” ujar Jerry, dalam keterangannya, Senin ((31/5/2021).

Untuk produk mete, Januari Lalu Buton mengekspor 48 ton ke Vietnam. Buton selain mempunyai sentra perkebunan mete juga mempunyai pabrik pemroses mete. Sedangkan permintaan buah kelapa sangat banyak baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Kelapa merupakan komoditas yang pemafaatannya sangat luas. Buahnya bisa diolah menjadi santan dan minyak. Airnya bisa menjadi minuman, batok kelapanya dibuat sebagai briket dan sabutnya bisa menjadi berbagai macam produk.

Baca Juga: Ekspor Meningkat, RI Banyak Kirim Emas hingga Permata ke Swiss

“Saya berharap produk-produk itu bisa memberikan value yang optimal bagi masyarakat Buton. Karena itu mata rantai pasoknya harus benar-benar dijaga agar memberikan imbal balik yang adil bagi seluruh pelaku usaha di sektor ini.” Tambah Jerry

Kementerian Perdagangan pun siap memfasilitasi perdagangan produk-produk Buton dengan menggandeng Kementerian Perdesaan, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal. Menurut Wamendag Kemendes PDTT punya jaringan dan instrument yang kuat baik untuk produksi maupun pemasaran di tingkat masyarakat.

Kemendes misalnya membina Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan membina sektor-sektor usaha kecil di desa yang berkisar dari produksi pertanian, kerajinan maupun perikanan budidaya.

Karena itu, Wamendag mengharap sinergi yang baik dan berkelanjutan dengan Kemendes. Selain itu berencana untuk menjalin sinergi dengan kementerian maupun Lembaga lain, baik Lembaga pemerintah maupun swasta.

“Ke depan kami berharap sinergi yang makin bagus dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian investasi, KKP dan lain-lain. Tujuannya agar produk-produk daerah bisa makin optimal baik di aspek produksi maupun pemasaran,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini