Erick Thohir Dicecar DPR soal Penyelamatan Garuda Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419475 erick-thohir-dicecar-dpr-soal-penyelamatan-garuda-indonesia-piB96Na341.png Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Ada empat opsi penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Keempat opsi ini pun dipertanyakan Komisi VI DPR, selaku mitra kerja Kementerian BUMN.

Salah satu anggota Komisi VI Evita Nursanty menilai, opsi yang ditawarkan pemegang saham kepada manajemen maskapai nasional pelat merah sulit direalisasikan karena sejumlah pertimbangan.

Misalnya, opsi pertama, pemerintah terus mendukung kinerja Garuda melalui pinjaman ekuitas. Dia mencatat, opsi ini akan membuat utang Garuda semakin membengkak. Saat ini utang emiten mencapai Rp70 triliun.

Baca Juga: Bangun Maskapai Baru Pengganti Garuda Indonesia, Begini Konsepnya

"Opsi pertama, itu gak mungkin dilakukan karena utang Garuda akan numpuk terus, opsi dua menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi Garuda, ini juga gak mungkin. Opsi tiga restrukturisasi Garuda dan mendirikan maskapai nasional baru. Ini lebih gak mungkin lagi. Opsi empat, Garuda akan dilikuidasi dan pihak swasta dibiarkan mengisis kekosongan. Yah, artinya kita gak punya national flag lagi," ujar Evita dalam Rapat Kerja bersama Kementerian BUMN, Kamis (3/6/2021).

Karena itu, dia meminta agar Erick Thohir memberikan penjelasan komprehensif perihal langkah penyelamatan tersebut.

Baca Juga: Garuda Indonesia Dibangkrutkan, Pak Erick Thohir Setuju?

"Saya minta penjelasan dari Pak Menteri karena terus terang, saya selaku anggota Komisi VI tahu BUMN ini dari media. Saya menginginkan penjelasan langsung dari Pak Menteri di rapat ini, isu pertama isu penyelamatan Garuda," kata dia.

Adapun rincian empat opsi pemegang saham. Pertama, pemerintah terus mendukung kinerja Garuda melalui pinjaman ekuitas. Meski begitu, salam catatan pemegang saham, pemerintah berpotensi meninggalkan maskapai penerbangan pelat merah itu dengan hutang warisan yang besar. Kondisi ini membuat perseroan menghadapi tantangan di masa mendatang.

Opsi ini merujuk pada praktik restrukturisasi pemerintah Singapura terhadap salah satu penerbangan nasional negara setempat yakni, Singapore Airlines.

Kedua, menggunakan legal bankruptcy untuk merestrukturisasi kewajiban Garuda. Seperti, utang, sewa, dan kontrak kerja. Dalam catatan pemerintah, opsi ini masih mempertimbangkan Undang-Undang (UU) kepailitan. Apakah regulasi memperbolehkan adanya restrukturisasi. Opsi ini merujuk pada penyelamatan Latam Airlines milik Malaysia.

Ketiga, Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi. Disaat bersamaan, mulai mendirikan perusahaan maskapai penerbangan domestik baru yang akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda. Bahkan, menjadi national carrier di pasar domestik.

Catatannya, untuk dieksplorasi lebih lanjut sebagai opsi tambahan agar Indonesia tetap memiliki national flag carrier.

Keempat, Garuda akan dilikuidasi. Dalam opsi ini, pemerintah akan mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara. Misalnya dengan pajak bandar udara (bandara) atau subsidi rute yang lebih rendah. Jika, opsi terakhir menjadi pilihan pemerintah, maka Indonesia secara resmi tidak lagi memiliki national flag carrier.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini