China hingga Jepang Ikut Ramaikan Persaingan Produk Halal Global

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419782 china-hingga-jepang-ikut-ramaikan-persaingan-produk-halal-global-rWN4QMcE3Z.jpg Potensi Industri Halal di Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menilai pasar industri produk halal tidak hanya diminati negara yang mayoritas penduduknya muslim, seperti Indonesia dan Malaysia. Berbagai perusahaan dari China, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan dan Australia juga ikut berebut memproduksi barang-barang halal.

"Saya yakin kita bisa mengambil bagian pasar produk halal. Paling tidak sebagai pemain utama di Asia," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Banyak Bahan Baku Industri Halal Impor, Gimana Nih Pak Wapres?

Oleh karena itu, Kemenperin menggelar Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion). Pameran tersebut diadakan secara virtual pada 3 sampai 5 Juni 2021.

Dari ii-Motion, pemerintah menargetkan transaksi Rp3 miliar dari pameran produk halal yakni Indonesia Industrial Moslem Exhibition atau ii-Motion 2021.

Baca Juga: Jurus Wapres Jadikan Indonesia Pengeskpor Produk Halal Terbesar Dunia

"Kami sudah kurasi dengan tim yang berpengalaman menjual produknya secara ekspor. Jadi dipastikan produk-produk yang ditampilkan sudah bagus," bebernya.

Dia menambahkan, pemerintah mendorong produk bumbu olahan untuk terus melaju di pasar ekspor. Hal itu mengingat Indonesia merupakan penghasil rempah terbesar di dunia.

"Jadi kalau yang siap ekspor fesyen muslim sudah tentu karena sudah dipamerkan juga di sejumlah negara. Lalu makanan dan minuman seperti madu yang kita banyak variasinya, lalu ini sedang didorong produk bumbu karena kita banyak rempah," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyinggung masalah bahan baku industri halal. Di mana masih cukup banyak bahan baku industri halal yang berasal dari luar negeri.

Wapres menilai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) punya peranan penting dalam pengembangan ekonomi syariah. Wapres berharap adanya keterlibatan riset dari BRIN, bisa mewujudkan kemandirian industri.

“Penting sekali keterlibatan BRIN di dalam mengembangkan industri halal,” ujarnya saat menerima jajaran pengurus Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lewat video konferense, Kamis (3/6/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini