Pertamina Akuisisi Rekind, Erick Thohir Panggil Direksi dan Ahok

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 320 2420144 pertamina-akuisisi-rekind-erick-thohir-panggil-direksi-dan-ahok-r52PMrGB6H.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memanggil Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina, terkait akuisisi PT Rekayasa Industri (Rekind) oleh perseroan.

"Memang masih ada kendala, di rapat internal Pertamina antara direksi dan komisaris, tapi mungkin kasih waktu saya, mungkin coba 1 bulan ini kita panggil direksi komisaris apakah mereka bisa melaksanakan program yang sudah diberikan pada saat itu, jadi bukan zaman saya," ujar Erick, Jumat (4/6/2021).

Baca Juga: Pertamina Revisi Target Produksi Kilang Jadi 1,4 Juta/Barel

Sejak 2018, Kementerian BUMN telah mengeluarkan Surat Keputusan perihal sinergitas antara Rekind dan Pertamina. Erick memandang, proses itu harus dilakukan segera karena Pertamina untuk mendukung bisnis utama perusahaan.

"Rekind itu kan sebenarnya sudah ada surat atau putusan, saya nanti mesti cek itu di tahun 2018 kalau tidak salah, dimana, Rekind itu lebih baik disinergikan dengan Pertamina karena Pertamina itu perlu banyak sekali pembangunan, apalagi sekarang ada yang namanya kilang, petrochemical dan lain-lain dibandingkan dia bersama Pupuk," kata dia.

Baca Juga: Anak Usaha Pertamina Ini Cetak Laba USD41,3 Juta

Upaya akuisisi Rekayasa Industri sudah ditargetkan di masa eks Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Sejak itu, Dahlan sepakat dengan rencana Pertamina mengambil alih 90 persen saham Rekind. Bahkan, dia menargetkan Rekind bergabung menjadi anak usaha BUMN migas sejak 2012 lalu.

Di tahun yang sama, pemerintah menargetkan akuisisi sudah selesai dilakukan dan anak usaha tersebut sudah bergabung dalam anak usaha Pertamina.

Saat itu, komposisi pemegang saham Rekind adalah PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar 90,06%, PT Pupuk Kaltim sebanyak 4,97% serta Pemerintah Indonesia sebesar 4,97%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini