Pertamina Revisi Target Produksi Kilang Jadi 1,4 Juta/Barel

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 320 2418186 pertamina-revisi-target-produksi-kilang-jadi-1-4-juta-barel-k2xM9nKdhl.jpg Target Produksi Pertamina Direvisi. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) merevisi target peningkatan kapasitas kilang menjadi 1,425 juta barel per hari. Sebelumnya perseroan memiliki target peningkatan kilang hingga 2 juta barel per hari.

Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, penurunan target dari 2 juta barel per hari ini menjadi 1,425 barel seiring dorongan transisi energi yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga: Telat 6 Bulan, Proyek GRR Tuban Ditargetkan Beroperasi Juni 2027

"Dengan adanya transisi energi, maka rencana pengembangan kilang ini juga mengalami perubahan. Kami melakukan review lagi dengan program pemerintah yang mendorong renewable energy dan electric vehicle (EV) battery dan manufacturing," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI pada Senin, (31/5/2021).

Nicke melanjutkan, Pertamina melakukan alignment dengan rencana pemerintah sehingga program pengembangan kilang yang awalnya menjadi dua kali lipat dari saat ini 1 juta barel menjadi 2 juta barel per hari harus direvisi.

Baca Juga: Serikat Pekerja Somasi Anak Usaha Pertamina, Ada Apa?

Adapun peningkatan kapasitas terbesar akan dilakukan di Kilang Tuban dengan penambahan produksi sebesar 300.000 barel per hari. Kemudian Kilang Balikpapan ditingkatkan menjadi 100.000 barel per hari dan Kilang Balongan sebesar 25.000 barel per hari.

"Jadi peningkatannya adalah 425.000, yang terbesar adalah penambahannya dari GRR Tuban," tandasnya.

Sementara itu, Proyek Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban) diperkirakan mundur dari target penyelesaiannya dari 2026 menjadi 2027. Proyek kilang baru tersebut dikerjakan PT Pertamina (Persero) bersama Rosneft yang terintegrasi dengan petrokimia di Tuban, Jawa Timur.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono mengatakan, GRR Tuban on stream pada Juni 2027. Hal ini karena engineering design yang terkendala akibat pandemi Covid-19.

"Ini akan mundur sekitar 6 bulan, terkait dengan kemarin engineering design mengalami kemunduran karena Covid-19 di negaranya yang mengerjakan tahapan basic engineering design (BED) dan lisensornya karena lockdown," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI.

Djoko memaparkan, secara keseluruhan, area lahan darat seluas 834,8 hektar (ha) sudah dapat digunakan untuk keperluan pembangunan GRR Tuban. Total luas lahan tersebut terdiri dari lahan warga 377,2 ha, lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 328,7 ha, lahan Perhutani 105,5 ha, lahan jalan desa 3,4 ha, relokasi Perhutani 20 ha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini